Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Harga sejumlah komoditas bahan pokok di pasar tradisional Tasikmalaya mulai merangkak naik menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kenaikan ini terjadi merata pada telur ayam, cabai rawit merah, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih, daging ayam, dan sayuran.
Kenaikan harga dipicu oleh terganggunya pasokan akibat cuaca buruk, hujan berkepanjangan, serta adanya lahan pertanian yang tergenang banjir dan longsor di daerah pemasok.
Dindin, pedagang telur di Pasar Pancasila, mengatakan harga telur telah naik bertahap dari semula Rp29 ribu menjadi Rp31 ribu per kilogram. Kenaikan ini terjadi karena kendala pasokan di musim hujan dan tingginya permintaan menjelang hari raya.
Sementara itu, Tuti, pedagang sayuran di Pasar Cikurubuk, merinci kenaikan harga pada sejumlah komoditas bumbu dan pokok lainnya.
Harga Minyakita juga terpantau di angka Rp18 ribu per liter, dan minyak curah Rp20 ribu per kilogram. Selain itu, komoditas sayuran seperti wortel, mentimun, sawi, dan bunga kol rata-rata mengalami kenaikan sekitar Rp2 ribu per kilogram.
Kenaikan harga ini memberatkan konsumen. Windaningsih, 36, seorang ibu rumah tangga dari Kecamatan Cihideung, mengaku harus mengurangi pembelian bahan pokok, termasuk sayuran yang harganya kini merangkak naik.
"Harga kebutuhan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional memang semuanya telah merangkak naik, terutamanya telur semula dijual Rp28 ribu menjadi Rp31 ribu per kg, daging ayam Rp40 ribu per kg, dan cabai merah domba Rp80 ribu per kg," keluhnya.
Kenaikan harga ini memaksa keluarga untuk menyesuaikan pengeluaran dan mengurangi kuantitas bahan masakan harian. (AD/P-5)
Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
Guna mengantisipasi kenaikan harga yang ekstrem, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan langkah darurat berupa Operasi Pasar.
MentanĀ Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
Kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai. Komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang merah
Diskumindag Kota Sukabumi terus memantau pergerakan harga dan berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Kenaikan harga ini sudah berlangsung hampir dua minggu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved