Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Jelang Nataru, Harga Telur Ayam hingga Cabai di Tasikmalaya Merangkak Naik

Kristiadi
12/12/2025 15:09
Jelang Nataru, Harga Telur Ayam hingga Cabai di Tasikmalaya Merangkak Naik
elang Nataru harga kebutuhan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional telah merangkak naik karena cuaca ekstrem terjadi di berbagai daerah hingga membuat para pembeli mengeluhkan atas kenaikan tersebut.(MI/Kristiadi)

Harga sejumlah komoditas bahan pokok di pasar tradisional Tasikmalaya mulai merangkak naik menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kenaikan ini terjadi merata pada telur ayam, cabai rawit merah, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih, daging ayam, dan sayuran.

Kenaikan harga dipicu oleh terganggunya pasokan akibat cuaca buruk, hujan berkepanjangan, serta adanya lahan pertanian yang tergenang banjir dan longsor di daerah pemasok.

Dindin, pedagang telur di Pasar Pancasila, mengatakan harga telur telah naik bertahap dari semula Rp29 ribu menjadi Rp31 ribu per kilogram. Kenaikan ini terjadi karena kendala pasokan di musim hujan dan tingginya permintaan menjelang hari raya.

Sementara itu, Tuti, pedagang sayuran di Pasar Cikurubuk, merinci kenaikan harga pada sejumlah komoditas bumbu dan pokok lainnya.

Harga Minyakita juga terpantau di angka Rp18 ribu per liter, dan minyak curah Rp20 ribu per kilogram. Selain itu, komoditas sayuran seperti wortel, mentimun, sawi, dan bunga kol rata-rata mengalami kenaikan sekitar Rp2 ribu per kilogram.

Kenaikan harga ini memberatkan konsumen. Windaningsih, 36, seorang ibu rumah tangga dari Kecamatan Cihideung, mengaku harus mengurangi pembelian bahan pokok, termasuk sayuran yang harganya kini merangkak naik.

"Harga kebutuhan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional memang semuanya telah merangkak naik, terutamanya telur semula dijual Rp28 ribu menjadi Rp31 ribu per kg, daging ayam Rp40 ribu per kg, dan cabai merah domba Rp80 ribu per kg," keluhnya.

Kenaikan harga ini memaksa keluarga untuk menyesuaikan pengeluaran dan mengurangi kuantitas bahan masakan harian. (AD/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya