Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Dapur Umum USK Menyambung Asa Korban Banjir Lintas Sumatra

Amiruddin Abdullah Reubee
11/12/2025 15:17
Dapur Umum USK Menyambung Asa Korban Banjir Lintas Sumatra
Mahasiswa Relawan sedang beraktivitas di dapur umum untuk korban banjir di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.(MI/Amirudin)

Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, mendirikan dapur umum sebagai wujud nyata kepedulian terhadap ratusan mahasiswa yang kini terputus biaya hidupnya akibat orang tua dan keluarga mereka terdampak parah bencana banjir dan longsor di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).

Dapur Umum USK ini menjadi penyambung asa, memastikan para mahasiswa korban bencana yang bertahan di Banda Aceh tetap terpenuhi kebutuhan sehari-harinya.

“Belum lagi banyak mahasiswa yang sedang menimba ilmu di USK kini terhenti pengiriman biaya hidup karena orang tua dan sekeluarganya hidup tidak menentu setelah digulung banjir,” kata Ghina Zuhaira, Dokter Koas di RS Zainoel Abidin sekaligus mahasiswi USK, Kamis (11/12).

Manajemen USK merekrut relawan dari kalangan mahasiswa, dosen, dan karyawan untuk memastikan dapur umum terus beroperasi. Suasana dapur dipenuhi semangat solidaritas, di mana relawan dari berbagai latar belakang provinsi bersatu.

Di antaranya adalah Susi Khairani (mahasiswi asal Aceh Selatan), Nur Sakinah Rangkuti (asal Siantar, Sumut), dan Nurifo Maisitah (asal Sumatra Barat). Mereka tergugah setelah melihat unggahan Instagram Rumah Amal USK dan grup mentor UP3AI.

"Hanya ingin meringankan beban. Cepat pulih, semoga semuanya kembali normal,” demikian harapan yang bergema di antara kesibukan para relawan.

Setiap hari, dapur umum ini beroperasi dua kali sehari, menyiapkan hingga 500 porsi makanan per hari untuk makan siang dan malam. Menu yang disajikan pun variatif.

“Siang ini menunya, ayam masak Aceh, Pak,” jawab Muslim, petugas masak, kepada Prof Khairul Munadi, Dirjen Dikti, yang kala itu sempat berkunjung. Muslim menjelaskan, setiap kali masak menghabiskan satu sak setengah beras.

Rektor USK Marwan menegaskan bahwa ini adalah bentuk kepedulian USK.

"Mereka yang bertahan di Banda Aceh butuh uluran tangan. Mungkin biaya kiriman dari orangtua terbatas atau tidak ada sama sekali karena situasi seperti ini," tutur Marwan.

Kepulan asap di Dapur Umum USK adalah simbol bara api solidaritas lintas Sumatra yang terus menyala. Bagi civitas akademika USK, kampus adalah rumah, dan tidak ada satu pun anggota keluarga yang boleh kelaparan atau berjuang sendirian.

Dukungan ini disambut haru oleh para mahasiswa terdampak. "Terima kasih Universitas Syiah Kuala, terima kasih Rektor Marwan. Selamat berjuang teman-teman sahabat relawan mahasiswa semua. Jasa mu tiada tara," tambah Dokter Ghina Zuhaira, diamini Farida Hanum, mahasiswi FKIP yang juga terimbas banjir di Pidie. (MR/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya