Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Lembaga Amal Zakat Gerak Kita Indonesia (LAZ-Gerakin) terus memperluas operasi kemanusiaannya dengan mengirimkan ribuan paket bantuan logistik ke warga terdampak banjir dan longsor di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) sejak akhir pekan lalu.
Direktur Utama Gerakin, Sandi Suwandi Hasan, Kamis (11/12), menyampaikan bahwa total bantuan logistik berupa sembako ini merupakan tahap awal dari serangkaian respons cepat lembaganya.
"Sebanyak 1.700 paket sembako disalurkan untuk Aceh, sementara 1.000 paket logistik sudah kami gerakkan ke titik-titik terdampak di Sumut, terutama di Kabupaten Langkat," ungkap Sandi.
Di Aceh, bantuan 1.700 paket didistribusikan ke sejumlah kabupaten, termasuk Aceh Utara, Bireuen (500 paket), Langsa (200 paket), dan Pidie Jaya.
Sementara di Sumut, 1.000 paket dikirim ke daerah tergenang di Langkat, mencakup berbagai kecamatan seperti Pangkalan Susu, Babalan, Padang Tualang, Tanjung Pura, Hinai, Besitang, dan Berandan.
Sandi mengingatkan bahwa kondisi psikologis dan sosial para penyintas membutuhkan perhatian serius, terutama pasca tahun baru ketika warga mulai kehabisan sandang, pangan, dan dokumen penting banyak yang hilang.
Dalam kesempatan ini, Sandi Suwandi Hasan juga mendorong masyarakat dan berbagai pihak untuk tidak terjebak dalam perdebatan siapa yang paling bertanggung jawab atas bencana ini.
“Ini bukan waktu yang tepat untuk saling menyalahkan. Prioritas kita adalah kemanusiaan. Soal penanganan bencana, investigasi, dan aspek hukumnya merupakan tugas pemerintah dan aparat terkait,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sandi mendorong pemerintah mempertimbangkan langkah strategis pencegahan bencana di masa mendatang dengan mengeluarkan moratorium penambangan dan izin perkebunan di lokasi-lokasi rawan bencana.
"Kami mengimbau adanya moratorium perizinan pertambangan dan perkebunan. Dampaknya mungkin tidak langsung terasa, tetapi penting untuk keselamatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan di masa datang,” tutupnya. (NV/P-5)
Aksi kolaboratif ini menjadi simbol kuat bahwa stabilitas dan pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang memerlukan kerja sama erat dari seluruh unsur keamanan.
Selain penguatan sumber daya manusia, Polri juga mengerahkan alat-alat berat untuk mempercepat pembersihan sisa material bencana
Acara berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian doa, puji-pujian, serta penampilan seni dari anak-anak pengungsian.
Polri telah disiagakan untuk memberikan pengobatan langsung, mulai dari pemberian obat batuk, pilek, hingga vitamin penurun demam.
JKM adalah hak mutlak setiap peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Kehadiran kapal ini menjadi solusi taktis di tengah upaya pemerintah daerah memperbaiki jembatan yang rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved