Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). BPBD akan menempatkan sejumlah personel di titik-titik rawan, khususnya di jalur utama yang dilalui pemudik.
Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat, mengatakan BPBD telah memetakan kerawanan bencana di jalur-jalur utama dan jalur mudik.
"Kami akan mengerahkan 35 personel untuk antisipasi pengamanan kerawanan bencana saat libur Nataru," kata Asep, Kamis (11/12).
Posko utama BPBD akan ditempatkan di perempatan Jalan Pramuka di Kecamatan Karangtengah, yang dinilai strategis karena berada di jalur ramai. Personel BPBD akan bergabung dengan tim medis dari Dinas Kesehatan dan Orari.
Selain posko utama, personel Retana (relawan tangguh bencana) di tingkat kecamatan dan desa juga akan disiagakan di posko yang berada di titik-titik perbatasan dengan daerah lain, seperti Bandung, Bogor, Sukabumi, Garut, dan Purwakarta.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, telah berkoordinasi dengan para camat dan perangkat daerah untuk meminimalkan dampak bencana, mengingat curah hujan akhir-akhir ini relatif tinggi.
"Saya instruksikan para camat agar mengambil langkah pencegahan untuk mengantisipasi dampak bencana," kata Wahyu.
Upaya pencegahan yang ditekankan antara lain adalah pembersihan gorong-gorong atau saluran air untuk mencegah banjir. Jika ditemukan sedimentasi atau pendangkalan, normalisasi perlu dilakukan.
"Kami juga instruksikan dinas teknis agar menyiagakan alat berat di titik-titik rawan untuk penanganan cepat seandainya terjadi bencana hidrometeorologi," pungkas Bupati, menekankan pentingnya mitigasi potensi bencana yang berdampak terhadap masyarakat. (BB/P-5)
BPBD terus menggenjot langkah-langkah strategis untuk meningkatkan mitigasi bencana.
Filosofi siaga sebelum bencana harus menjadi budaya kerja sekaligus budaya hidup
Di area permukiman, tim Brimob bergotong royong bersama TNI dan BNPB membersihkan tiga rumah warga terdampak.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mengatasi medan yang terisolasi.
Gakkum juga menyiagakan kanal pengaduan 24 jam
BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved