Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengambil langkah-langkah antisipatif ganda menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), yakni pengamanan perayaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam hidrometeorologi.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, menegaskan kesiapsiagaan daerah menjadi hal krusial karena kondisi geografis menjadikan Sulteng wilayah dengan tingkat risiko bencana yang tinggi.
“Ancaman bencana di Sulawesi Tengah meliputi banjir, tanah longsor, angin puting beliung, gempa bumi, tsunami, hingga kebakaran hutan,” ujar Reny, Selasa (16/12).
Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) 2024, Sulteng menempati peringkat ke-15 dari 38 provinsi, dengan 13 kabupaten/kota berada pada kategori risiko tinggi dan sedang.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat adanya peningkatan signifikan kejadian bencana sepanjang 2025. Dari Januari hingga November 2025, telah terjadi 256 kejadian bencana, meningkat sekitar 30% dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Mayoritas kejadian tersebut adalah bencana hidrometeorologi.
Mengacu pada informasi BMKG, periode Desember 2025 hingga Februari 2026 berpotensi mengalami peningkatan curah hujan yang dipicu oleh munculnya bibit siklon tropis.
Reny menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, melibatkan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan.
“Filosofi siaga sebelum bencana harus menjadi budaya kerja sekaligus budaya hidup,” tegasnya.
Menjelang Nataru, Reny juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan demi kelancaran perayaan akhir tahun. (TB/P-5)
BPBD terus menggenjot langkah-langkah strategis untuk meningkatkan mitigasi bencana.
Di area permukiman, tim Brimob bergotong royong bersama TNI dan BNPB membersihkan tiga rumah warga terdampak.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mengatasi medan yang terisolasi.
Gakkum juga menyiagakan kanal pengaduan 24 jam
BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved