Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menerbitkan peringatan dini ancaman banjir menyusul tingginya curah hujan dan meningkatnya status sungai-sungai besar di wilayah tersebut.
Berdasarkan data Balai Wilayah Sungai (BWS) III Kalimantan, sejumlah sungai besar kini berada dalam kategori kritis. Kategori Bahaya (Merah) terdapat di Sungai Riam Kiwa dan Sungai Riam Kanan. Ketinggian kedua sungai ini sudah mendekati ambang batas, masing-masing mencapai 8,3 meter dan 7,6 meter.
Sementara kategori Waspada ada di Sungai Kusan, Sungai Barabai, Kanal Banjir Barabai, Sungai Amandit, dan Sungai Tabalong.
Status waspada juga melanda Bendung Karang Intan dan dua sungai di Kalimantan Tengah, yakni Sungai Muara Teweh dan Sungai Buntok.
Plt Kepala BPBD Kalsel Gusti Yanuar Rifai mengatakan tingginya curah hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi saat ini melanda Zona 2 yang mencakup Kabupaten Barito Kuala, Banjar, Kota Banjarmasin, Banjarbaru, wilayah Banua Anam, dan sebagian Tanah Laut.
"Kami telah menerbitkan peringatan dini ancaman bencana banjir terkait peningkatan status sungai-sungai besar di Kalsel ini," ungkap Gusti Yanuar Rifai, Kamis (11/12).
Menanggapi ancaman ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat upaya mitigasi, terutama kesiapan logistik.
Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinas Sosial Kalsel, Ahmadi, menjelaskan fokus mitigasi adalah memperkuat logistik lumbung sosial dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana atau kampung siaga bencana (KSB).
"Logistik permakanan sangat penting apabila terjadi bencana. Ini terus kita tambah pada lumbung sosial, juga sosialisasi bagi warga kampung siaga bencana," kata Ahmadi.
Saat ini, Kalsel telah membangun 46 lumbung sosial dan memiliki 24 kampung siaga bencana. Lumbung sosial terbanyak berada di kecamatan rawan bencana seperti Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, dan Tanah Bumbu, yang ditetapkan sebagai Kawasan Siaga Bencana. (DY/P-5)
Aksi kolaboratif ini menjadi simbol kuat bahwa stabilitas dan pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang memerlukan kerja sama erat dari seluruh unsur keamanan.
Selain penguatan sumber daya manusia, Polri juga mengerahkan alat-alat berat untuk mempercepat pembersihan sisa material bencana
Acara berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian doa, puji-pujian, serta penampilan seni dari anak-anak pengungsian.
Polri telah disiagakan untuk memberikan pengobatan langsung, mulai dari pemberian obat batuk, pilek, hingga vitamin penurun demam.
JKM adalah hak mutlak setiap peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Kehadiran kapal ini menjadi solusi taktis di tengah upaya pemerintah daerah memperbaiki jembatan yang rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved