Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Dampak Hujan dan Nataru, Harga Cabai di Sidoarjo Melonjak 150 Persen

Herri Susetyo
10/12/2025 14:08
Dampak Hujan dan Nataru, Harga Cabai di Sidoarjo Melonjak 150 Persen
.(MI/Herri Susetyo)

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta dipicu oleh dampak musim hujan, harga sejumlah komoditas di pasar tradisional Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami kenaikan harga yang signifikan. Kenaikan tertinggi terjadi pada komoditas cabai, bawang, dan sayuran lainnya.

Di Pasar Tradisional Porong, Sidoarjo, Rabu (10/12), hampir semua jenis sayuran mengalami lonjakan harga. Curah hujan tinggi dan banjir disebut menjadi penyebab utama kenaikan ini karena mengakibatkan hasil produksi turun drastis dan biaya transportasi meningkat.

"Seperti biasanya, menjelang Nataru ditambah hujan, harga-harga biasa naik," kata Sariwati, salah seorang pedagang sayur di Pasar Porong.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada kelompok cabai, di mana cabai rawit mengalami lonjakan harga hingga 150%Cabai rawit naik dari sebelumnya Rp30.000 menjadi Rp75.000 per kilogram. Lalu cabai merah naik dari Rp30.000 menjadi Rp50.000 per kilogram. Adapun cabai hijau keriting naik dari Rp14.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.

Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang merah naik dari Rp28.000 menjadi Rp47.000 per kilogram. Bawang putih naik dari Rp25.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Tomat naik dari Rp10.000 menjadi Rp18.000 per kilogram. Kemiri naik dari Rp40.000 menjadi Rp50.000 per kilogram.

Pedagang berharap harga komoditas dapat kembali normal setelah periode Nataru. "Pedagang inginnya harga kembali normal seperti biasanya," ujar Fathona, pedagang sayur lainnya. (HS/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik