Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi mengajak seluruh pihak tidak terburu-buru menyimpulkan akar masalah banjir di Sumatra, termasuk sindiran kepada pejabat menteri yang baru setahun menjabat.
Pernyataan itu disampaikan Hasan merespons ajakan taubatan nasuha (tobat) yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (PMK) Muhaimin Iskandar kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.
"Saya mau menggaris bawahi dua hal yang berhak memperingatkan anggota kabinet itu bosnya kabinet. Bosnya kabinet itu presiden. Hanya presiden yang bisa memberikan peringatan kepada anggota kabinet, baik itu secara tertutup maupun terbuk,” katanya pada akun instagramnya, Minggu (7/12).
Hasan menyoroti munculnya sindiran antarmenteri yang terjadi setelah banjir melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra. Menurutnya, tindakan saling menyindir justru mengaburkan persoalan utama.
Dia mengatakan, adu sindiran hanya membuat kabinet tampak tidak solid di mata publik. Padahal, negara membutuhkan kekompakan dalam penanganan bencana. “Padahal, kita justru sekarang lagi butuh solid-solidnya ini,” imbuhnya.
Hasan mengingatkan, kesalahan dalam penanganan lingkungan atau banjir tidak boleh langsung diarahkan kepada salah satu menteri. Apalagi menteri tersebut baru menjabat sekitar satu tahun. Hasan mempertanyakan apakah kesalahan tersebut sebenarnya sudah berlangsung selama puluhan tahun.
“Ini bukan kesalahan satu orang dua orang, coba lihat dulu kesalahannya menteri yang bersangkutan? Gara-gara satu kejadian mereka baru jadi menteri satu tahun, bener enggak ini kesalahan mereka?” tandas Hasan.
Karena itu, dia meminta kritik diarahkan pada penyelesaian masalah jangka panjang, bukan saling menyalahkan antarmenteri. “Soal pertobatan nasuha ya ayo taubatan nasuha. Semua kita taubatan nasuha, tapi dudukkan perkara pada tempatnya, jangan main jurus pukul rata,” pungkasnya. (Ant/I-1)
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
PENYINTAS banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, masih belum baik-baik saja.
CITI Foundation berkolaborasi dengan Save the Children Indonesia untuk memberikan respons kemanusiaan menyeluruh bagi anak-anak dan keluarga terdampak banjir di wilayah Sumatra Utara.
WARGA korban banjir di kawasan Provinsi Aceh hingga kini masih harus menjalani hari-hari yang berat.
HINGGA hari ke-3 Ramadan, ratusan ribu penyintas banjir Sumatra masih menjalan hari-hari di atas lumpus dan di balik tumpukan kayu gelondongan yang terbawa air bah kala itu.
SUASANA malam di Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, mendadak berubah mencekam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved