Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama Rumah Zakat Riau mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak bencana di tiga provinsi, yakni Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Bantuan ini dilepas secara resmi di Rumah Zakat Riau, Kompleks Castavia Royale Aqsho, Jalan Bakti, Kota Pekanbatu.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, pengiriman bantuan tahap pertama ditujukan ke Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Selatan. Setelah itu, bantuan juga disalurkan ke Kabupaten Agam, Sumatra Barat.
“Bantuan ini untuk membantu keluarga-keluarga kita yang menjadi korban bencana di tiga provinsi. Kami mengimbau seluruh warga Pekanbaru untuk ikut serta memberikan bantuan guna meringankan beban saudara-saudara kita,” ujarnya, Sabtu (6/12).
Pada 7 Desember, Pemko Pekanbaru juga akan menggelar doa bersama sekaligus menyalurkan bantuan bagi korban bencana alam. Bantuan ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pekanbaru sebesar Rp3 miliar untuk tiga provinsi tersebut.
“Atas doa seluruh warga Pekanbaru, tahun ini kami surplus anggaran. Kami bisa melunasi utang, membangun, dan menjalankan berbagai program untuk masyarakat,” ujar Agung.
Kesempatan berbeda, Kepala Cabang Rumah Zakat Perwakilan Riau Ridu Wanto menjelaskan, bantuan yang dikirimkan kali ini berupa makanan, minuman, air mineral, hingga perlengkapan bayi seperti popok sekali pakai. Total bantuan senilai Rp100 juta diberangkatkan dalam tahap pertama menuju Sumatra Utara.
“Pasca bencana ini penanganannya akan berlangsung panjang. Sehingga, bantuan akan disalurkan secara bertahap. Setelah Sumatra Utara, kami juga akan menyalurkan ke Aceh dan Sumatra Barat,” katanya.
Pengiriman bantuan kemanusiaan ini merupakan pengiriman perdana dari Rumah Zakat Riau ke wilayah Sibolga dan Tapanuli Selatan, khususnya ke Kecamatan Batang Toru. Donasi masih terus dibuka hingga Januari.
Nantinya, pendistribusian bantuan melibatkan Rumah Zakat setempat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Basarnas. Pengiriman bantuan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi masyarakat di tiga provinsi terdampak bencana.(H-1)
AWAL pekan lalu masyarakat dikagetkan dengan viralnya video tumpukan bantuan logistik untuk masyarakat terdampak bencana di gudang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Aceh.
PERAN dunia usaha dalam penanganan bencana semakin terlihat melalui kolaborasi lintas sektor yang mengedepankan kecepatan distribusi dan skala bantuan.
WARGA di Kabupaten Bireuen, Aceh, harus menelan pil pahit karena 47 hari sejak bencana banjir bandang pada November 2025 lalu penanganan dampak bencana hingga bantuan belum maksimal.
PENANGANAN bencana di Indonesia semakin membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan aktif dunia usaha bersama lembaga kemanusiaan.
KONDISI pendidikan di Provinsi Aceh pascabanjir pada November 2025 masih memprihatinkan dan memerlukan pemulihan segera serta terarah.
HARAPAN puluhan warga terdampak bencana di Dusun I Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, untuk menempati hunian sementara masih harus tertunda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved