Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Revitalisasi Museum Gerabah Kebumen, Tampil Lebih Kekinian

Heryadi
03/12/2025 22:43
Revitalisasi Museum Gerabah Kebumen, Tampil Lebih Kekinian
Museum Gerabah Kebumen di Desa Pejagatan, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.(Dok.Istimewa)

MUSEUM Gerabah Kebumen yang terletak di Desa Pejagatan, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah kembali menjadi sorotan. Hal ini tak lepas dari telah terlaksananya Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2025 pda 22 November 2025. Program inovasi yang bertajuk Gerabah atau Gerakan Revitalisasi Budaya Heritage ini digagas oleh tim dosen dari Universitas Telkom Purwokerto, yakni Pricilla Tamara, Laurensius Windy, dan Ratih Alifah.

PISN 2025 di Museum Gerabah Kebumen menggandeng mitra lokal, yaitu Perkumpulan Gallery Gerabah Pejagatan. Menurut Ketua PISN Gerabah, Pricilla Tamara, program Gerabah menjadi wujud sinergi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah dalam menjaga serta menghidupkan kembali warisan budaya seni kerajinan gerabah.

"Salah satu tujuan utamanya ialah merevitalisasi Museum Gerabah Kebumen, yang merupakan ikon penting di kawasan Geopark Kebumen agar tampil lebih menarik dan relevan bagi generasi masa kini," kata Pricilla.

Pricilla memaparkan, revitalisasi ini dilakukan dengan menambah koleksi artefak dari 13 kabupaten di Jawa Tengah, memperbarui tata pamer, serta melakukan digitalisasi museum melalui teknologi video mapping dan pembuatan website resmi museum.

"Program ini juga mengembangkan potensi ekonomi kreatif desa melalui diversifikasi produk gerabah dan revitalisasi pasar seni gerabah di Pejagatan. Harapannya, para perajin lokal dapat terus berinovasi tanpa kehilangan nilai tradisi, sehingga gerabah Kebumen mampu bersaing di pasar modern tanpa meninggalkan identitas budaya," ujarnya.

FOCUS GROUP DISCUSSION
Program yang dibiayai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini, kata Pricilla diawali dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD). Saat FGD, para pakar, perajin, dan akademisi banyak berdiskusi mengenai sejarah, teknik, dan prospek pengembangan gerabah di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah.

Kegiatan ini juga dimeriahkan oleh pertunjukan Tari Jagat Gerabah, sebuah karya tari yang menggambarkan dinamika para pengrajin dalam menenun kehidupan melalui tanah liat. Selain itu, diadakan pula kegiatan pasar seni yang menampilkan hasil karya gerabah, kriya lokal, serta produk kreatif komunitas setempat. Dalam acara ini pengunjung juga dapat melihat produk gerabah dari berbagai sentra di Jawa Tengah dan berfoto di ruang imersif (video mapping).

"Puncak kegiatan GERABAH dilaksanakan pada 22 November 2025 dalam acara yang bertajuk Gelar Seni Gerabah Jawa Tengah yang berfokus pada peresmian Museum Gerabah Kebumen dalam tampilan barunya," tutur Pricilla.

PROGRAM GERABAH
Melalui Program Gerabah, kata Pricilla, Desa Pejagatan membuktikan bahwa pelestarian budaya tidak harus berhenti pada nostalgia masa lalu. Dengan sentuhan inovasi, warisan budaya justru bisa menjadi pendorong kemajuan ekonomi, edukasi, dan pariwisata. 

"Gerabah Kebumen kini bukan sekadar benda warisan nenek moyang, tetapi juga simbol kebangkitan budaya Nusantara yang hidup, beradaptasi, dan terus berkembang," ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Direktur Bidang Riset dan Akademik Universitas Telkom Purwokerto Catur Nugroho, Camat Kutowinangun Bawono Andi Widodo, Danramil Kutowinangun, Polsek Kutowinangun, General Manager Geopark Kebumen, anggota DPRD Kebumen, Kepala Desa Pejagatan Mualip, serta perwakilan dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Kebumen. (E-2)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik