Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Alun-alun Bandung Hadirkan Fasilitas Baru dan Akses Ramah Disabilitas

Naviandri
28/11/2025 15:33
Alun-alun Bandung Hadirkan Fasilitas Baru dan Akses Ramah Disabilitas
Alun-alun Bandung tampil dengan wajah baru(Dok: Diskominfo Kota Bandung)

ALUN-alun Kota Bandung bakal segera dibuka kembali usai empat bulan ditutup untuk kegiatan renovasi. Saat ini pekerjaan fisik telah rampung 100% dan memasuki tahap akhir pembersihan serta perapihan, sebelum resmi dibuka untuk umum pada pertengahan Desember 2025.

Plt. Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, Yuli Ekadianty, menyatakan, revitalisasi kali ini tidak mengubah konsep dasar alun-alun, melainkan melakukan penyempurnaan fasilitas publik yang dibutuhkan masyarakat. “Rumput sintetis yang menjadi ikon alun-alun masih tetap ada. Yang kami lakukan adalah menata ulang fasilitas pendukung seperti pagar, jalur masuk untuk disabilitas, drainase, dan area duduk,” ucapnya.

Menurut Yuli, salah satu fokus perbaikan di Alun-alun Bandung adalah penyediaan akses khusus bagi penyandang disabilitas. Sebelumnya, jalur masuk bagi pengguna kursi roda dan difabel belum memadai, sehingga membatasi akses mereka ke area tengah alun-alun. “Kini kami siapkan jalur yang memudahkan mereka menikmati alun-alun, tidak lagi hanya melihat dari luar pagar,” terangnya.

Selama ini kata Yuli, genangan air menjadi salah satu masalah utama ketika hujan turun di kawasan alun-alun. Dalam revitalisasi tahun ini, sistem drainase diperbaiki dengan menambah saluran pembuangan air langsung ke luar area taman. “Ketika hujan, air kini akan cepat terbuang sehingga tidak mengganggu pengunjung,” tuturnya.

DPKP, lanjut Yuli, juga menambahkan fasilitas tempat duduk di pinggir area rumput sintetis, sehingga orangtua yang menemani anak bermain tidak harus ikut menginjak rumput. Selain itu, kini tersedia tempat penyimpanan sepatu agar pengunjung lebih tertib saat memasuki area utama. Seluruh pagar alun-alun juga diperbaiki dan diperkuat. 

"Selain mendukung estetika, pagar ini merupakan bentuk pengaturan agar pengunjung dapat masuk melalui jalur yang sudah tertata," imbuhnya.

Yuli menerangkan, meski proses revitalisasi belum sepenuhnya selesai, DPKP menemukan beberapa kasus pengrusakan fasilitas taman di tempat lain, termasuk pencurian kabel, lampu, dan pompa air. Karena itu, ia mengajak masyarakat sama-sama menjaga fasilitas baru yang akan dinikmati bersama.

“Kalau ruang publik kita bagus, yang menikmati masyarakat sendiri. Jadi mari bersama-sama menjaga, tidak merusak, tidak melakukan vandalisme,” tukasnya.(M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya