Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Harga Bahan Pokok Tetap Tinggi Picu Inflasi di Jawa Tengah

Akhmad Safuan
03/12/2025 21:59
Harga Bahan Pokok Tetap Tinggi Picu Inflasi di Jawa Tengah
Ilustrasi(ANTARA)

HARGA sejumlah kebutuhan di Jawa Tengah masih bertahan tinggi, diduga terjadi akibat kondisi cuaca dan menurunnya pasokan yang berlangsung sejak November lalu hingga memicu inflasi di provinsi ini mencapai 0,19 persen.

Pemantauan Media Indonesia Rabu (3/12) harga sejumlah barang kebutuhan seperti bawang merah, cabai dan sayuran di sejumlah daerah di Jawa Tengah masih bertahan tinggi, bahkan sejak melonjak hingga 100 persen pada November lalu belum ada tanda-tanda penurunan yang diduga akibat rendahnya pasokan.

Di sejumlah pasar tradisional seperti Wiradesa (Pekalongan), Batang, Weleri dan Cepiring (Kendal), Peterongan dan MAJT (Kota Semarang), Banjarharjo dan Projo (Kabupaten Semarang), Sayung dan Bintoro (Demak) harga sayuran seperti kacang panjang, terong, sawi cabai, bawang merah masih terhitung tinggi.

Harga sayuran biasanya Rp3.000-4.000 per kilogram hingga kini masih bertahan tinggi Rp7.000-Rp8.000 per kilogram, cabai merah berkisar Rp50.000 per kilogram, bawang merah Rp40.000 per kilogram, sedangkan barang kebutuhan pokok beras berkisar Rp13.000-15.000 per kilogram, mintak goreng Rp16.000-Rp19.000 per kilogram, telur Rp27.500-Rp28.000 per kilogram dan daging ayam Rp37.000 per kilogram.

"Hingga saat ini belum ada tanda-tanda turun, pasokan sayuran sedikit karena banyak petani belum panen dansebaguan gagal panen akibat diserang penyakit,' ujar Winarti,50, seorang pemasok di Pasar Grosir Sayuran Ngasem, Kabupaten Semarang.

Hal serupa juga diungkapkan Purwanto,55, pedagang grosir bawang merah di Pasar MAJT Kota Semarang bahwa selain kurang bagus jumlah pasokan bawang merah menurun, karena di sejumlah daersysentra bawang merah seperti Brebes, Pemalang, Demak, Pati dan Grobogan belum ada panen.

Tingginya curah hujan sejak November lalu, menurut Marjito, ketua kelompok tani sayuran di lereng Gunung Ungaran di Sumowono, Kabupaten Semarang menjadikan jumlah panen sayuran seperti kol, sawi, kacang panjang, terong dan cabai menurun, bahkan sebagian besar tidak panen karena tanaman rusak diserang hama.

Picu inflasi 

Sementara itu Plt Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng Andi Reina Sari dalam keterangannya Rabu (3/12) mengatakan kenaikan harga bawang merah, kacang panjang dan cabai merah menjadi pemicu utama inflasi Jawa Tengah pada bulan November 2025 lalu.

Tekanan inflasi dari komoditas pangan tersebut, menurut Andi Raina Sari, masih terjadi akibat produksi yang menurun dan pasokan yang terhambat akibat cuaca, meskipun inflasi Jawa Tengah pada November 2025 tercatat 0,19 persen (mtm) atau menurun dibandingkan Oktober 2025 yang mencapai 0,40 persen (mtm).

“Peningkatan harga terjadi terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan andil terbesar berasal dari bawang merah, kacang panjang, dan cabai merah,” ujar Andi Reina Sari.

Produksi bawang merah pada November lalu, demikian Andi Reina Sari, menjadi yang terendah sepanjang tahun, hal ini karena harga benih yang tinggi dan serangan hama dan cuaca kurang bersahabat menghambat distribusi dari sentra-sentra produksi di wilayah Jawa Tengah hingga berdampak meningkatnya harga-harga.

Secara tahunan, ungkap Andi Reina Sari, inflasi Jawa Tengah mencapai 2,79 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang berada di level 2,72 persen (yoy), sedangkan inflasi bulanan terpantau sejumlah daerah, capaian tertinggi di Kabupaten Wonosobo sebesar 0,23 persen (mtm).

"Bank Indonesia bersama pemerintah daerah melalui TPID Jawa Tengah akan terus memerkuat koordinasi untuk menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran 2,5±1 persen (yoy), yakni upaya pengendalian melalui pengamanan pasokan dan kelancaran distribusi," tambahnya. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya