Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

PMI Kerahkan 200 Mobil Tangki dan Relawan Setahun untuk Tangani Banjir Sumatra

Lina Herlina
01/12/2025 15:15
PMI Kerahkan 200 Mobil Tangki dan Relawan Setahun untuk Tangani Banjir Sumatra
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla (tengah).(MI/Lina Herlina)

MELIHAT bencana banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar operasi kemanusiaan berskala besar dengan durasi hingga satu tahun. Operasi yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum PMI Jusuf Kalla (JK) ini meliputi penyediaan air bersih jangka panjang, logistik dasar, hingga rehabilitasi lingkungan. 

PMI secara resmi memulai operasi kemanusiaan jangka panjang untuk pemulihan korban banjir di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Komitmen ini ditegaskan oleh Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, usai meninjau kesiapan logistik di gudang PMI, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (1/12).

“Kami mendapat mandat untuk mengelola logistik secara penuh, mulai dari pengumpulan hingga distribusi, bersama BNPB. Fokus kami adalah kebutuhan mendesak dan pemulihan jangka panjang,” ujar JK.

Operasi yang diperkirakan membutuhkan anggaran minimal Rp60 miliar ini akan berlangsung selama setahun. Untuk memenuhi kebutuhan paling krusial, PMI segera mendistribusikan 60 unit mobil tangki air, termasuk 20 unit dari Sumbar. 

Bahkan, 200 unit mobil tangki air telah disiagakan untuk operasi jangka panjang, didukung 10 unit penjernih air yang akan ditempatkan di titik-titik strategis. Bantuan lain yang disiapkan antara lain puluhan ribu kompor gas, penjernih air, kantong darah, dan logistik dasar.

“Air bersih adalah prioritas. Warga punya beras tapi tak bisa masak tanpa air. Suplai ini harus berjalan setahun, dan relawan kami akan bertugas penuh selama itu,” tegas JK.

Ia juga menyoroti urgensi percepatan bantuan untuk mencegah dampak sosial seperti penjarahan. Ia mengakui bahwa aksi penjarahan di sejumlah lokasi terjadi karena kondisi darurat dan kelaparan.

“Ini keadaan darurat sekali, mereka mau makan. Itu terjadi karena lapar. Karena itu bantuan harus cepat. Kalau terlambat, potensi penjarahan membahayakan situasi,” tuturnya. 

Ia mengimbau semua pihak membantu percepatan distribusi. JK pun menekankan bahwa fase rehabilitasi pascabanjir sama penting dan sulitnya dengan tanggap darurat, mengingat puluhan ribu rumah rusak dan jutaan warga terdampak. 

PMI telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk swasta, untuk pembangunan kembali infrastruktur seperti jembatan.

Terkait penyebab banjir, JK menyebut kemungkinan kombinasi faktor alam dan ulah manusia seperti pembalakan liar. Ia menegaskan komitmen PMI untuk program penghijauan pascabencana bersama pemerintah daerah.

“Bagi PMI, status bencana tidak pengaruhi operasi. Mau lokal atau nasional, kami turun. Tugas kami adalah aspek kemanusiaan,” pungkas JK. (H-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya