Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Usai bencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Sumatra Utara (Sumut), dan Provinsi Aceh, harga kebutuhan pokok mulai berangsur naik. Terutama untuk harga cabai merah yang sudah mencapai Rp150 per Kilogram (Kg).
Kenaikan harga kebutuhan pokok cabai merah lantaran pasokannya yang mulai berkurang dari daerah penghasil setelah terputusnya akses jalan di tiga provinsi terdampak bencana tersebut menuju Riau.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UMKM Taufik Oesman Hamid mengatakan, dalam bebrapa hari ini harga cabai merah berlahan naik. Cabai yang biasa dijual seharga Rp40-Rp60 ribu per Kg, saat ini naik mencapai Rp140-Rp150 ribu per Kg.
Adapun untuk harga sayur-sayuran tidak begitu signifikan naiknya. Kenaikan ini karena provinsi pemasok cabai dan sayur-sayuran seperti Sumbar dan Sumut terkena bencana banjir dan longsor.
“Kita sudah mencek ke pasar-pasar memang harga cabai merambat naik, di kisaran Rp130-Rp140 ribu per Kg. Tapi ini harga cabai melonjak lagi menjadi Rp150 ribu per Kg. Mungkin cabai mulai menipis sehingga harga naik. Pemasok cabai Sumbar dan Sumut dilanda bencana sehingga jalan terputus menuju Riau. Inilah yang menyebabkan harga cabai naik,” ujar Taufik, Senin (1/12).
Ia menjelaskan, untuk mengantisipasi semakin tingginya harga cabai di Riau, pihaknya sudah melakukan koordiansi dengan pihak-pihak yang ada di pasar induk, untuk mendatangkan cabai dari pulau Jawa. Sejauh ini cabai dari Jawa juga ada masuk, namun tidak sebanyak stok cabai yang biasanya didatangkan dari Sumbar dan Sumut.
“Kita sudah coba hubungi yang dari Jawa mudah-mudah masuk dari Brebes dan Jambi. Karena di pasar induk punya jaringan masuk dari Jawa. Stok cabai dari Sumbar, Medan dan Aceh lama-lama kan habis juga. Karena dilihat kalau masih seperti ini bencana alam di Sumbar dan Sumut pemulihan biasanya lama. Kalau daerah pemasok dari Sumbar dan Sumut tidak terdampak, tapi akses jalan terputus dan mengganggu, dan harga bahan pokok memang merambat naik,” jelasnya.
Terkait dengan bahan pokok lainnya seperti beras, telur, dan minyak, Taufik mengatakan masih normal. Dan tidak ada kenaikan harga, kecuali jika memasuki hari besar agama biasanya baik tapi tidak tinggi. Sampai saat ini stok beras masih aman hingga akhir tahun dan hari besar agama pada tahun depan.
“Beras masih normal banyak dari Bulog termasuk minyak goreng. Memang beras dari Sumbar mungkin tak masuk karena terganggu logistik transportasi. Disini masih ada distributor intinya stok masih bisa masih aman, termasuk stok untuk besar keagamaan masih aman,” pungkasnya. (H-1)
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan sampai saat ini jumlah sekolah yang sudah beroperasi pascabencana banjir bandang dan longsor di Sumatra.
Pada masa tanggap darurat, Program Peduli Bencana Sumatera #KuatBersama telah menjangkau 50.695 penerima manfaat
EIGER Adventure melalui kampanye EIGER Share menyalurkan sekitar 5 ton bantuan pakaian baru. Terdiri dari 19.000 potong lebih, mencakup jaket, kaos, kemeja, dan juga tas.
SERUAN penetapan banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi bencana nasional masih terus digelorakan.
Jalan tertutup material longsor dampak banjir dari Gunung Gamalama.
Hendaknya para pelaku pasar itu tetap menjaga kestabilan harga di tengah kondisi sedang ditimpa bencana sekarang.
Kenaikan harga bahan bumbu pemedas masakan sudah terjadi sejak sekitar 5 hari terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved