Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNA membantu para korban, Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh, menerjunkan Tim Tanggap Bencana Banjir untuk menembus lokasi musibah itu. Tim yang memiliki berbagai keahlian itu dilepas oleh Rektor Prof Marwan dari Kantor Pusat Administrasi (KPA) USK kampus Darussalam Banda Aceh, pada Jumat (28/11).
Ketua Tim Tanggap Bencana USK, Prof Syamsidik mengatakan, pihaknya langsung bergerak Jumat sore menuju lokasi bencana di Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen. Mereka terdiri dari 10 dokter, 12 perawat dan 4 orang Tanggap Bencana.
“Pada tahap awal, fokus utama kita adalah penanganan kesehatan. Tim kesehatan sudah siap dan akan berangkat sore ini menuju Bireuen dan Pidie Jaya,” ucapnya.
Selanjutnya, beberapa pihak akan turut bergabung membantu Tim Tanggap Bencana ini seperti Rumah Amal USK, Pusat Riset Mitigasi Bencana USK (TDMRC), serta sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
“Tujuannya adalah untuk melakukan asesmen awal. Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar langkah-langkah mitigasi yang akan ditempuh USK berikutnya" tambahnya.
Rektor USK Prof Marwan mengatakan, Tim Tanggap Bencana ini merupakan bentuk kepedulian USK untuk membantu para korban bencana khususnya banjir yang beberapa hari ini melanda provinsi Aceh.
Apalagi Pemerintah Aceh telah menetapkan bencana ini sebagai status Bencana Provinsi, sebuah penanda bahwa dampaknya telah meluas dan membutuhkan perhatian serta bantuan dari berbagai pihak, termasuk dukungan pemerintah pusat.
“Di tengah kondisi itu, USK tentu tak boleh menjadi penonton. Kampus harus hadir untuk membantu masyarakat. Sebagaimana bencana sebelumnya, USK selalu sigap merespon bencana yang ada," kata Rektor.
Rektor mengungkapkan, pelepasan Tim ini akan menjadi langkah awal USK dalam menangani bencana ini.
Selanjutnya, USK sudah menyiapkan tim pendukung lainnya. Mulai dari tim kesehatan, tim asesmen dampak kerusakan, tim penggalangan donasi, hingga tim lain yang akan dibentuk secara bertahap.
Untuk itulah, Rektor mengucapkan terima kasih atas kesediaan Tim Tanggap Bencana USK ini untuk terjun langsung membantu masyarakat yang terdampak.
“Mudah-mudahan dukungan kita ini bisa membantu masyarakat. Kami juga berpesan kepada Tim Tanggap Bencana USK, untuk berhati-hati dan tetap menjaga kesehatan agar layanan diberikan bisa optimal" tutur Marwan. (H-1)
Pemerintah memberikan bantuan rehabilitasi medis dan sosial bagi korban ambruknya mushalla Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo.
Hingga Jumat (3/4) malam, banjir setinggi 0,8 - 1,5 meter masih merendam Desa Trimulyo dan Sidorejo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang.
Hujan deras yang terjadi sepekan terakhir menyebabkan kejadian bencana di sejumlah wilayah di Jawa Barat.
Banjir terpantau terjadi di Jalan Saptamarga, BKR Dadaha, SL Tobing, Unsil, Cikalang, dan M Hatta
Curah hujan yang cukup tinggi yang terjadi pada Rabu (1/4) pagi membuat ruas jalan di daerah itu tergenang air sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas.
PASANGAN suami istri yang merupakan pemudik dari Bogor, Jawa Barat, mengalami insiden memilukan. Keduanya terbawa hanyut arus deras di saluran drainase Cianjur.
Dalam tinjauannya, Menteri PU Dody Hanggodo menyambangi embung di Desa Padakaton guna melihat langsung titik pemicu luapan air.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved