Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, khususnya di wilayah Tapanuli, Sumatera Utara, kembali memicu sorotan terhadap kerusakan hutan di kawasan hulu. Meski cuaca ekstrem berperan, namun diduga aktivitas manusia yang merusak lingkungan juga menjadi faktor utama terjadinya bencana tersebut.
Kepala Kampanye Hutan Indonesia Greenpeace, Kiki Taufik menilai bahwa pembukaan hutan di wilayah-wilayah yang seharusnya dilindungi telah terjadi secara masif.
Menurutnya, kawasan hulu yang memiliki fungsi vital sebagai penyangga ekosistem saat ini justru berubah menjadi lokasi tambang ilegal hingga pengembangan hutan tanaman industri untuk kepentingan pulp dan kertas. Aktivitas-aktivitas ini dinilai memperparah deforestasi di Sumatera.
"Perusahaan Toba Pulp Lestari yang sudah berkonflik dengan masyarakat setempat sejak lebih dari 20 tahun lalu, salah satu contoh yang berkontribusi terhadap terjadinya banjir. Termasuk pembangunan PLTA Batang Toru yg merusak wilayah hulu sekaligus habitat Orangutan Sumatera dan juga wilayah adat masyarakat," kata Kiki saat dihubungi, Kamis (27/11).
Ia mengatakan, keberadaan kayu gelondongan yang terbawa arus banjir semakin menguatkan dugaan bahwa terjadi penebangan besar-besaran di bagian hulu. Hilangnya tutupan hutan membuat tidak ada lagi pohon yang mampu menyerap air hujan sehingga risiko banjir dan longsor meningkat tajam.
Oleh karenanya, Kiki meminta pemerintah untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang melakukan pengerusakan hutan.
"Kerusakan hutan di kawasan hulu Tapanuli bukan terjadi dalam semalam. Ini adalah akumulasi dari pembukaan hutan yang tidak terkendali. Pemerintah perlu segera menghentikan aktivitas ilegal, meninjau ulang izin-izin yang bermasalah, serta memastikan perlindungan kawasan penting bagi keselamatan masyarakat," ujarnya.
Ia pun mendesak pemerintah untuk menutup tambang-tambang ilegal, menghentikan praktik illegal logging, serta mencabut izin bagi perusahaan yang dianggap melakukan perusakan hutan.
Selain itu, Kiki juga meminta agar proyek-proyek yang berdampak besar terhadap lingkungan seperti PLTA Batang Toru direview secara menyeluruh.
"Perlu juga dilakukan investigasi mendalam dan audit lingkungan yang komprehensif. Hasil investigasi itu sangat penting untuk dibawa ke ranah hukum agar keadilan dapat ditegakkan dan kerusakan lingkungan tidak terus berlanjut," tuturnya. (H-2)
Greenpeace mencatat ada tiga IUP tambahan yang saat ini sedang dalam proses gugatan hukum dan berpotensi aktif kembali apabila gugatan dimenangkan di pengadilan.
Pemerintah juga harus memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat yang sebelumnya menyuarakan penolakan terhadap tambang nikel di kawasan Raja Ampat.
JURU Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Refki Saputra mengatakan untuk mengoptimalkan program perhutanan sosial diperlukan kolaborasi.
JURU Kampanye Isu Plastik dan Perkotaan Greenpeace Indonesia Ibar Akbar mengatakan upaya dalam mengurangi sampah plastik oleh Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH) perlu didukung
Tak hanya dikenal sebagai mantan Direktur Walhi, Nur Hidayati yang lahir di lahir di Surabaya, 14 Agustus 1973 juga aktif di Greenpeace Indonesia.
PRESIDEN Prabowo Subianto melakukan peninjauan jembatan bailey di Tapanuli. Itu merupakan rangkaian kunjungan kerja Prabowo ke wilayah terdampak bencana banjir di Sumatra, Rabu (31/12).
AKSES jalan penghubung dari Kabupaten Tapanuli Utara menuju Kota Sibolga, Sumatra Utara, masih terputus hingga Rabu (24/12). Perbaikan tetap dilanjutkan meski dalam suasana perayaan Natal.
Kelumpuhan juga masih terlihat pada akses transportasi menuju Tapanuli Tengah.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan akan membuka akses yang terputus akibat tanah longsor di Sumatera Utara (Sumut) serta banjir di Sibolga dan Tapanuli
BMKG Balai Besar Wilayah I mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem hingga 27 November 2025 di Sumut. Selain itu, empat daerah yakni Sibolga dan Tapanuli Raya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved