Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI musim hujan, masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran sungai yang berhulu di Merapi diimbau waspada terhadap banjir material. Masyarakat tersebut hidup harmoni dengan potensi bencana dan menjaga kelestarian lingkungan.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Agus Budi Santoso, di sela-sela penanaman pohon di Lereng Merapi, Kabupaten Magelang.
Pihaknya juga mencatat, jarak luncuran awan panas berkisar 2 kilometer. Sementara itu, tempat tinggal penduduk tinggal paling tinggi berjarak sekitar 6,5 kilometer. "InsyaAllah masih aman terkendali bagi masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa dan menikmati indahnya Gunung Merapi," ungkap dia.
Agus juga menyampaikan, aktivitas Gunung Merapi tidak terpengaruh oleh aktivitas Gunung Semeru di Jawa Timur. Terlebih lagi, kedua gunung saling berjauhan.
"Dapurnya masing-masing jadi tidak saling berpengaruh," lanjut dia.
Ia mengingatkan agar warga tetap harmoni dengan Merapi. "InsyaAllah masih bisa berdampingan dengan aktivitas Merapi untuk beberapa waktu ke depan," tuturnya.
Di sisi lain, untuk menjaga ekosistem di Kawasan Gunung Merapi, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengimbau masyarakat agar bisa menjaga lingkungan dan tidak melakukan penambangan ilegal.
"Tidak boleh ada lagi tambang liar (di lereng Gunung Merapi) yang justru akan menimbulkan bencana," terang dia.
Penanaman pohon ini juga bagian dari melaksanakan perintah Presiden Prabowo yang sudah mengikrarkan diri di depan dunia untuk menanam pohon di 12 juta hektar lahan kritis.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Muhammad Wahyudi, menyampaikan, pihaknya akan melakukan rehabilitasi sekitar 50 hektare area yang rusak akibat penambangan liar. Hingga Oktober 2025, total kerusakan di Kawasan TNGM di Kabupaten Magelang tercatat mencapai sekitar 409 hektare. Selain penanaman pohon di 50 hektare kawasan TNGM, pihaknya juga akan melakukan kajian terkait pemulihan ekosistem di lokasi-lokasi bekas penambangan liar yang berada di kawasan TNGM.(M-2)
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved