Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

EBT Award, Apresiasi untuk Komitmen Menuju Energi Hijau

Denny Susanto
24/11/2025 13:12
EBT Award, Apresiasi untuk Komitmen Menuju Energi Hijau
Ilustrasi panel surya.(Dok.ESDM)

NEGARA-negara di dunia termasuk Indonesia terus berpacu memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT) dalam upaya mengatasi pemanasan global, menjaga keseimbangan lingkungan, kemandirian dan ketersediaan energi di masa depan.

Potensi EBT di Indonesia yang berasal dari angin, matahari (surya), air, biomassa, panas bumi hingga gelombang laut sangat besar diperkirakan mencapai 3.600 gigawatt. Namun sejauh ini pemanfataan EBT secara nasional masih rendah baru sekitar 14 gigawatt kapasitas terpasang.

Di Provinsi Kalimantan Selatan potensi EBT mencapai 3.270 megawatt, dengan sumber terbesar energi berupa tenaga angin sebesar 1.400 megawatt dan tenaga surya. Demikian juga dengan tingkat bauran energi masih di bawah rata-rata nasional.

"Kita tahu potensi EBT di Kalsel cukup besar, namun pemanfaatannya masih sangat terbatas. Padahal potensi EBT ini dapat digunakan untuk mendukung program energi hijau dan penopang energi bagi ibu kota negara (IKN)," ungkap Kepala Bidang Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalsel, Endarto, Senin (24/11).

Kebijakan pemerintah yang masih mengandalkan energi berbahan baku fosil (batubara dan minyak) ikut mempengaruhi perkembangan pemanfaatan EBT. Terlebih Provinsi Kalsel dalam tiga dekade terakhir merupakan salah satu penghasil batubara terbesar di Indonesia.

Endarto optimistis bauran energi yang berasal dari EBT ini terus tumbuh dan menjadi sumber utama energi nasional pengganti sumber energi fosil. Peran PLN juga sangat penting terkait perkembangan EBT khususnya dalam pengembangan infrastruktur, inovasi teknologi dan peningkatan porsi EBT dalam bauran energi. 

Dinas ESDM Kalsel mencatat tingkat bauran energi di wilayah tersebut menunjukkan perkembangan positif. Pada 2024 tingkat bauran energi dari EBT tercatat 11,96 persen. Suplai energi terbesar berasal dari energi fosil yaitu batubara 24,02% dan minyak bumi 64,01%. 

Pada 2025 bauran energi EBT naik menjadi 14,74%. Sementara itu, batubara turun 23,26% dan minyak 61,99%. "Pemprov Kalsel dalam Rencana Umum Energi Daerah (RUED) menargetkan bauran energi terbarukan sebesar 24,7 persen pada 2050 mendatang," lanjutnya.

EBT AWARD 2025
Sebagai bentuk komitmen daerah dan dukungan pengembangan energi baru terbarukan (EBT), Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas ESDM menggelar EBT Award 2025.

"EBT Award merupakan ajang pemberian penghargaan atau apresiasi kepada perusahaan (swasta) dan instansi pemerintah di Kalsel yang dinilai berhasil dan berkomitmen dalam pengembangan EBT. Sebagaimana kita pahami, pengembangan EBT ini menghadapi berbagai tantangan terutama pendanaan dan minat investasi," tutur Kepala Dinas ESDM Kalsel, Isharwanto.

Gelaran EBT Award 2025 yang disebut sebagai ajang penghargaan pertama di Indonesia tersebut berlangsung sederhana di gedung Dinas ESDM Kalsel, pekan lalu. "EBT ini bukan sekadar mengganti sumber energi, tetapi juga membangun ekosistem baru yang mendukung investasi hijau, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan ketahanan energi daerah," ungkapnya.

Penghargaan dalam EBT Award 2025 meliputi beberapa kategori antara lain kategori Pemerintahan yang dimenangkan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Tapin serta Sekretariat Daerah Kabupaten Tanah Bumbu. Kategori Perusahaan Kelapa Sawit (PKS) dimenangkan PT Gawi Makmur Kalimantan-Jorong dan PT Subur Agro Makmur-HSS.

Kemudian kategori Perusahaan BUMN, Pertambangan dan Swasta lainnya, dimenangkan PT Bhumi Rantau Energi Kabupaten Tapin, PT Indocement Tunggal Prakarsa-Kotabaru, PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor, PT Jhonlin Agro Raya-Tanah Bumbu, PT United Tractors dan PT Sariguna Prima Tirta.

Para pemenang dinilai berhasil dalam pemanfaatan EBT seperti PLTS atap, PJU tenaga surya hingga biomassa. Di samping itu penghargaan juga diberikan bagi perkantoran terbaik dalam efisiensi energi listrik dan air. Melalui penghargaan ini diharapkan komitmen pengembangan EBT di Kalsel akan semakin meningkat. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya