Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

BBM Bersubsidi di Pidie Aceh Kerap Kosong, Diduga Ada Permainan

Amiruddin Abdullah Reubee
22/11/2025 20:31
BBM Bersubsidi di Pidie Aceh Kerap Kosong, Diduga Ada Permainan
Terlihat SPBU Pulo Pisang, Kecamatan Pidie atau sekitar Kota Sigli, Kabupaten Pidie, saat kosong BBM bersubsidi beberapa waktu lalu.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

KELANGKAAN Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi seperti pertalite dan solar di kawasan Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh sudah lama terjadi. Sesuai penelusuran Media Indonesia krisis bahan bakar murah untuk rakyat miskin atau masyarakat kurang mampu itu paling sering terjadi sejak empat tahun silam hingga sekarang. 

Mungkin itu sebabnya, muncul banyak dugaan bahwa kelangkaan itu disengaja, dibiarkan, pura-pura tidak tahu hingga ditenggarai ada permainan pihak tertentu. Akhirnya, kekecewaan masyarakat bermuara kepada pemerintah sebagai lembaga pengatur negara. 

Di sekitar Kota Sigli, Ibukota Kabupaten Pidie misalnya, bahan bakar pertalite dan solar hampir setiap hari Sabtu hingga Senin bahan bakar bersubsidi itu tidak tersedia di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum) kawasan setempat. Karena itu para pemilik kenderaan yang ingin mengisi bahan bakar bersubsidi kecewa dan terganggu aktivitas perekonomian mereka. 

"Padahal ada tiga SPBU di sekitar kota tugu Aneuk Mulieng itu. Masing-masing adalah SPBU Pulo Pisang, SPBU Blok Sawah dan SPBU  Bambi" tutur Abdullah, warga Kota Sigli, Jumat (21/11). 

Dikatakan Abdullah, kelangkaan krisis bahan bakar bersubsidi seperti solar dan pertalite itu juga saat pagi hari. Misalnya mulai hendak waktu salat subuh hingga menjelang siang. 

Seperti di SPBU Pulo Pisang, cukup sering ketika menjelang waktu subuh hingga pagi, petugas sering mengatakan tidak ada sinyal atau tidak ada jaringan, jadi pertalite tidak bisa diisi atau tidak keluar. Lalu pada lantai pelataran diletakkan sign traffic cone (kerucut lalu lintas) atau dipasang plang bertuliskan pertalite habis. 

Anehnya, sebelum waktu subuh atau tengah malam sunyi sekitar pukul 02.00 Wib hingga pukul 04.30 warga hampir tiap malam mendapati beberapa mobil bak terbuka, mobil kijang minibus dan mobil sedang kondisi sudah uzur mondar mandir mengisi bahan bakar pertalite di pompa pengisian itu. Bahkan mobil hantu yang muncul ditengah malam diduga melakukan modifikasi tangki ganda atau menggunakan jeriken di dalamnya. 

"Terlihat mengisi sangat lama. Mana mungkin mobil penumpang pribadi mengisi sangat lama, kalau bukan ada tangki ganda atau jeriken. Tapi yang mobil minibus bak terbuka memang banyak jeriken didalam tertutup terpal plastik" tutur Muslim, warga lainnya. 

Lalu Media Indonesia juga beberapa kali memergoki mobil-mobil misterius itu mondar-madir di SPBU setempat. Anehnya setelah mengisi bahan bakar dalam kondisi lumayan lama dan seperti sampai memenuhi tangki, lalu dalam waktu singkat  kembali lagi parkir ke pompa SPBU itu.

Kondisi hampir serupa juga sering ditemukan warga di SPBU lain dekat Kota Sigli dan kawasan Kabupaten Pidie sekitarnya. Sayangnya warga mencurigai praktek liar itu ada kerjasama nakal antara penyedia BBM bersubsidi dan pihak lain. 

Ditenggarai para pembeli bahan bakar secara tidak resmi itu, mengedarkan pertalite atau solar untuk kios pengecer liar dan ada juga yang mengecer sendiri. Itu diyakini karena banyak pengecer BBM bersubsidi di pinggiran jalan kawasan Kabupaten Pidie dan sekitarnya. 

Pihak pertamina diharapkan jangan bermain mata atas persekongkolan jahat itu. Selain menggores hati masyarakat juga merugikan ekonomi lebih luas. 

"Sulit juga dipercaya kalau Pertamina dan penegah hukum tidak mengetahui persekongkolan jahat yang sudah berlangsung cukup lama" kata Ramadhan, pemerhati masalah sosial masyarakat di Kabupaten Pidie. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya