Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Layanan Logistik Melalui Kereta Api Terus Dioptimalisasi Sebagai Jaringan Distribusi yang Efisien

Naviandri
21/11/2025 21:41
Layanan Logistik Melalui Kereta Api Terus Dioptimalisasi Sebagai Jaringan  Distribusi yang Efisien
Optimalisasi layanan logistik melalui moda kereta api (KA) terus dilakukan.(Dok.Istimewa)

Optimalisasi layanan logistik melalui moda kereta api (KA) terus dilakukan sehingga menjadi penggerak utama jaringan distribusi nasional yang efisien. KA merupakan moda strategis dengan keunggulan ekonomis yang kuat, terutama pada pengiriman jarak menengah hingga panjang di rentang 750–1.500 km. 

"Biaya operasi ton per km lebih rendah untuk jarak menengah panjang, jaminan keamanan dan keselamatan, perjalanan terjadwal dan tepat waktu serta kapasitas angkut yang besar menjadikan kereta api sebagai pilihan yang semakin relevan di tengah tuntutan industri terhadap ketepatan waktu dan konsistensi pelayanan," papar Direktur Utama KAI Logistik, Fredi Firmansyah dalam Forum Logistik Indonesia 2025 bertema “Infrastruktur Logistik sebagai Tulang Punggung Transformasi Ekonomi Indonesia” yang menjadi bagian dari rangkaian ALFI Convex 2025.

Menurut Fredi, melalui satu rangkaian perjalanan, KA mampu mengangkut hingga 1.080 ton setara dengan 60 truk berkapasitas 20 ton sehingga memberikan nilai ekonomis signifikan bagi pelaku usaha yang mengandalkan pengiriman dalam jumlah besar. 

Keunggulan KA juga terlihat dari sisi lingkungan. Moda ini mampu menghasilkan reduksi emisi hingga 70% dibandingkan moda angkutan darat, sehingga menjadi pilar penting dalam upaya menurunkan emisi sektor transportasi. Kontribusi ini sejalan dengan arah kebijakan nasional maupun komitmen global terhadap keberlanjutan.

"Penerapan kebijakan Over Dimension Over Load (ODOL) pada 2027 juga diprediksi memperkuat peran kereta api dalam rantai logistik nasional. Regulasi tersebut diperkirakan dapat mendorong pengalihan pengiriman dari moda truk ke kereta api sekitar 4,7 juta ton, sehingga berpotensi meningkatkan market share kereta api sebesar 1,33%," jelas Fredi melalui keterangannya Jumat (21/11).

Fredi menambahkan, kesiapan KA dalam peralihan dari moda truk menjadi kunci untuk menjaga kelancaran distribusi nasional pasca-implementasi ODOL. Dari sisi konektivitas, KAI Logistik telah hadir di sejumlah titik strategis yang berdekatan dengan pelabuhan utama seperti Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, serta Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya.

"Konektivitas ini memperkuat integrasi layanan multimoda antara kereta api, truk, dan angkutan laut, sehingga memberikan fleksibilitas lebih besar bagi pelanggan dalam mengoptimalkan rantai pasoknya," tandasnya.

Fredi menekankan bahwa layanan logistik berbasis KA memiliki karakteristik yang tidak dimiliki moda lain, mulai dari perjalanan terjadwal dan tepat waktu, efisiensi energi dan biaya pada jarak menengah hingga panjang, standar keselamatan yang menjadi prioritas utama, hingga sistem pelacakan 24 jam serta perlindungan asuransi untuk setiap pengiriman. Kombinasi aspek operasional, lingkungan dan keselamatan inilah yang menjadikan kereta api sebagai moda yang relevan dalam menghadapi kebutuhan logistik modern.

“Dengan seluruh keunggulan tersebut, kereta api adalah moda masa depan untuk membangun jaringan distribusi nasional yang efisien, terintegrasi, dan ramah lingkungan. KAI Logistik berkomitmen untuk terus memperkuat peran ini melalui inovasi dan kolaborasi di seluruh rantai pasok,” tutupnya. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya