Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK memantau dan mengoordinasikan seluruh aktivitas operasional perusahaan secara terintegrasi dan real-time, KAI Logistik (Kalog) menghadirkan Command Center yang berfungsi sebagai pusat kendali digital.
Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat transformasi digital, guna meningkatkan efisiensi, ketepatan layanan, serta kualitas pengalaman pelanggan di seluruh jaringan logistik perusahaan.
Direktur Operasi KAI Logistik Heri Siswanto, Rabu (12/11), menyatakan, Command Center ini berperan sebagai pusat pengawasan terpadu yang memastikan seluruh kegiatan operasional berjalan aman, efisien dan sesuai dengan standar layanan perusahaan. Melalui sistem yang terintegrasi, pusat kendali ini mampu memantau pergerakan kereta logistik, armada kendaraan operasional serta aktivitas bongkar muat di terminal maupun kantor cabang kurir di berbagai wilayah.
"Seluruh data operasional terintegrasi dan ditampilkan secara real-time, sehingga proses pengendalian dan koordinasi lintas divisi, mulai dari operasional, perencanaan, hingga pelayanan pelanggan, dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat," ungkapnya.
Menurut Siswanto, Command Center ini lebih dari sekadar pusat pengendali operasional namun mencerminkan komitmen perseroan dalam memperkuat transformasi digital. Dengan mengintegrasikan berbagai sistem seperti Trucking Management System (TMS), Loko Track, Point of Sales (POS).
Command Center berfungsi sebagai pusat analitik dan integrasi data yang memberikan insight komprehensif bagi pengambilan keputusan strategis perusahaan.
"Dari sisi teknologi Command Center dilengkapi dengan berbagai perangkat digital pendukung, termasuk dashboard monitoring Service Level Agreement (SLA) pengiriman barang, dashboard inventori kontainer, integrasi CCTV di seluruh kantor cabang dan terminal serta aplikasi call center yang terhubung langsung dengan layanan pelanggan," jelasnya.
Melalui teknologi tersebut kata Siswanto, Command Center mampu memantau indikator utama kinerja operasional. Seperti ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan, utilisasi armada, tingkat pemenuhan SLA, hingga tingkat kepuasan pelanggan.
Command Center bukan sekadar ruang pemantauan, melainkan simbol komitmen perusahaan untuk terus bertransformasi menjadi perusahaan logistik yang modern, terintegrasi dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.
"Kehadiran Command Center tidak hanya memperkuat kinerja operasional kami, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan," sambungnya.
Siswanto melanjutkan, melalui sistem pemantauan digital yang terintegrasi, perseroan mampu menekan emisi. Mengoptimalkan sumber daya, meningkatkan keselamatan dan memastikan transparansi dalam setiap proses logistik. Ini sejalan dengan prinsip sustainable logistics yang efisien dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. (E-2)
KAI Logistik (Kalog) menargetkan pendapatan Rp2,47 triliun atau tumbuh 119% dibandingkan realisasi pada 2025 sebesar Rp1,1 triliun, dengan laba ditargetkan sebesar Rp176 miliar.
Untuk memperkuat operasional angkutan Lebaran 2026, sebanyak 12 unit lokomotif akan dikirim oleh KAI Logistik dari Pulau Sumatra ke Pulau Jawa.
Selama periode libur panjang Imlek 2026 dari 13 Februari hingga 18 Februari 2026, KAI Logistik berhasil mengirim sebanyak 45.854 ribu barang ritel atau 17.773 kilogram.
Logistik (Kalog) terus memperkuat dan optimalkan moda kereta api (KA) sebagai moda alternatif andalan bagi pelaku usaha, salah satunya melalui layanan KA Kontainer.
KAI Logistik terus mengoptimalkan aspek keamanan dan keselamatan dalam pengangkutan komoditas khusus, termasuk Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
Melalui layanan ritel Kalog Express, perusahaan mencatatkan peningkatan volume angkutan kurir sebesar 35% dari 4.880 ton pada Januari 2025 menjadi 6.587 ton di Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved