Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Gunung Semeru Naik ke Status Awas, Warga Diminta Jauhi Zona Bahaya 

Sugeng Sumariyadi
19/11/2025 23:21
Gunung Semeru Naik ke Status Awas, Warga Diminta Jauhi Zona Bahaya 
Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru dari Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (14/11/2025).(ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)

STATUS aktivitas Gunung Semeru kembali meningkat. Setelah dinaikkan dari Waspada menjadi Siaga pada Rabu (19/11) pukul 16.00 WIB, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali menaikkan status gunung tertinggi di Jawa itu menjadi Awas atau Level IV pada Rabu malam.

"Rekomendasi utama kami ialah agar masyarakat, pengunjung atau wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 20 kilometer dari puncak atau pusat erupsi," ungkap Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, di Bandung, Rabu (19/11). 

Di luar jarak tersebut, lanjut dia, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. 

"Kami juga mengimbau masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu atau pijar," tandasnya. 

Wafid mengungkapkan pada Rabu ini, pukul 14.13 WIB, erupsi Gunung Semeru mengeluarkan awan panas yang berlangsung secara beruntun, bukan kejadian tunggal. Awan Panas terus berlangsung dengan amplitude maksimum 37 mm. 

Aktivitas erupsi dan guguran lava, lanjutny, terus terjdi. Dalam
periode ini jumah gempa yang terekam menunjukkan bahwa aktivitas kegempaan di Gunung Semeru masih tinggi, terutama gempa Letusan, Guguran dan Harmonik. 

"Terjadi peningkatan kejadian gempa guguran. Teramati kejadian guguran lava pijar yang semakin intensif terjadi ke arah Besuk Kobokan," tambahnya. 

Gempa-gempa yang terekam mengindikasikan masih adanya supply dari bawah permukaan Gunung Semeru, bersamaan dengan pelepasan material ke permukaan melalui letusan dan hembusan. 

"Sejak pertengahan Oktober 2025 mengindikasikan adanya peningkatan tekanan di dekat permukaan tubuh gunung. Kondisi itu membuat PVMBG menetapkan kenaikan status dari semula Waspada menjadi Siaga dan satu jam kemudian kembali naik dari Siaga menjadi Awas," tandas Wafid. (SG/P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya