Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Korban Tewas Longsor di Cilacap Bertambah Jadi Tiga Orang, 20 Warga masih Tertimbun

Lilik Darmawan
14/11/2025 18:15
Korban Tewas Longsor di Cilacap Bertambah Jadi Tiga Orang, 20 Warga masih Tertimbun
Penampakan areal bencana longsor di Majenang, Cilacap, Jawa Tengah.(MI/Lilik Darmawan)

BENCANA longsor menerjang Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, pada Kamis (13/11) malam. Longsor dari perbukitan setinggi 60 meter tersebut menerjang dua dusun, yakni Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut. Tiga korban ditemukan tewas, sedangkan 20 lainnya masih tertimbun longsoran tanah sedalam 3-5 meter.

Dua korban tewas ditemukan pada Kamis malam adalah Julia dan Maya. Sedangkan satu korban meninggal lainnya adalah Yuni ditemukan pada Jumat (14/11).

Kepala Kantor SAR Cilacap M Abdullah mengatakan bahwa pada Jumat, baru menemukan satu korban. 

“Hari ini, Tim SAR gabungan baru menemukan satu jenazah. Sedangkan hari sebelum nya ada dua korban meninggal yang ditemukan. Memang, ada kendala dalam melakukan evakuasi, karena soal akses alat berat, tanah yang labil serta ketebalan longsoran tanah. Pada jam 15.30 WIB, evakuasi hari kedua dihentikan karena hujan,” kata Abdullah di Posko Induk Basarnas di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap.

Salah satu korban selamat, Daryana mengaku sangat syok karena kehilangan istri dan anaknya. Anaknya, Maya, ditemukan pada Kamis malam, sedangkan pada Jumat siang ditemukan istrinya, Yuni. Daryana menatap kosong di atas kursi roda saat menunggu istrinya dimandikan di RSUD Majenang. “Saya kehilangan anak dan istri. Peristiwanya begitu cepat,” ungkapnya saat ditemui. 

Menurutnya, pada Kamis jam 20.00 WIB, dia selesai tahlilan. Seperti biasanya, setiap Kamis malam, ada agenda tahlilan bersama warga dusun. Pada saat pulang dari tahlilan, dia mendengar ada suara gemuruh. “Saya berlari ke rumah dan meminta kepada istri dan anak saya untuk keluar rumah,”ujarnya

Baru berteriak-teriak, ada lumpur yang longsor dan membawa dirinya. Lumpur merendam setengah badannya, dari perut sampai kaki. “Saya terseret sampai 15 meter. Saya tidak bisa bergerak, hanya mengikuti lumpur yang terus bergerak. Saya tidak sempat menyelamatkan anak istri karena tidak mungkin,” ungkapnya.

Sementara Imam Faedi, warga dusun tempat yang rumahnya tertimbun longsoran, berhasil menyelamatkan diri. Ia menceritakan detik-detik peristiwa memilukan tersebut.

Sekitar pukul 20.00 WIB, Imam sedang duduk bersama tiga rekannya di depan rumah sambil menikmati kopi. “Waktu itu hujan hanya gerimis. Tiba-tiba ada suara gemuruh seperti pesawat. Saya berdiri, lihat ke depan seperti gumpalan asap. Lalu terlihat kayu seperti beterbangan, dan di belakangnya tanah,” ujar Imam.

Imam menegaskan bahwa apa yang ia lihat benar-benar terjadi di depan matanya. “Yang terakhir itu kayak ular lagi berenang di kali, goyang, set, jess. Tanah sudah labil dan berhenti di sini. Tiga teman saya langsung lari membantu menyelamatkan korban,” katanya.

Imam yang teringat dua anaknya berada di dalam rumah segera berlari pulang. Saat tiba, rumahnya sudah terdorong material tanah, kayu, dan batu. Ia lega, anak bungsunya, Gatra Wisesa Hari Setiawan yang duduk di kelas 4 SD ditemukan dalam keadaan selamat namun syok. Sementara sang kakak, Fenova Hari Setiawan, 19, berhasil menyelamatkan diri sendiri. 

Menurut Imam, kondisi gelap dan tanah yang masih labil membuat proses pertolongan berlangsung sulit. Warga berlarian menyelamatkan diri masing-masing. Begitu tanah mulai berhenti bergerak, barulah teriakan minta tolong terdengar dari berbagai arah.

Menurutnya, longsor berasal dari ketinggian dan bergerak cepat menuju pemukiman. “Tanah yang di atas itu sudah turun kurang lebih 2 meter. Jarak kiriman tanah itu dari sana sekitar 2 kilometer. Tadinya diprediksi longsor turun ke arah lain, ke daerah Cikuyut. Warga di sana bahkan sudah diminta ngungsi,” terangnya.

Sementara Kepala BPBD Cilacap Taryo mengatakan masih ada 20 warga yang dilaporkan tertimbun longsoran. “Kami akan mengerahkan alat berat untuk mempercepat evakuasi. Hari ini ada tiga alat berat yang bekerja,” katanya.

Sedangkan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logsitik BPBD Cilacap Budi Setyawan mengatakan, longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi sejak Kamis sore dan kondisi kontur tanah yang labil. "Material tanah tebing kemudian ambruk dan menimbun permukiman warga sekitar pukul 20.00 WIB," tambahnya. (LD/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya