Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

TKD Dipotong Rp2,9 Triliun, Pemprov Jatim Pastikan Program Prioritas Tetap Jalan

Faishol Taselan
13/11/2025 18:01
TKD Dipotong Rp2,9 Triliun, Pemprov Jatim Pastikan Program Prioritas Tetap Jalan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa(MI/Faishol Taselan)

MESKIPUN dana transfer ke daerah (TKD) untuk Jawa Timur mendapat potongan Rp2,9 triliun, Pemprov Jatim tetap akan melaksanakan program-program prioritas yang sudah dirancang melalui APBD.

"Meski terjadi pengurangan TKD sekitar Rp2,8 triliun dari Rp4,9 triliun tahun lalu menjadi Rp2,1 triliun tahun ini Pemprov Jatim yakin tetap mampu menjaga stabilitas fiskal daerah,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono di Surabaya, Kamis (13/11).

Adhy menjelaskan, Pemprov Jatim masih memiliki potensi peningkatan pendapatan daerah sebesar Rp215 miliar. Dana tambahan ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan wajib, terutama belanja pegawai dan program prioritas daerah.

“Kita masih bisa meningkatkan pendapatan kita sekitar Rp215 miliar, dan itu digunakan pertama untuk kebutuhan wajib seperti belanja pegawai. Kedua, kita tetap memprioritaskan program prioritas, terutama yang mendukung program nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, efisiensi akan dilakukan pada belanja tugas dan fungsi (tusi), namun target-target prioritas Gubernur Jawa Timur tetap menjadi fokus utama.

“Insya Allah, program-program prioritas tetap bisa dilaksanakan. Efisiensi dilakukan pada kegiatan Tusi, tapi yang paling penting target prioritas Ibu Gubernur tetap bisa berjalan,” tegasnya.

Mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), fokus utama Pemprov Jatim tetap diarahkan pada penurunan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, dan pelayanan sosial.

Adhy juga menyampaikan bahwa alokasi untuk sektor infrastruktur akan mengalami sedikit penyesuaian.

"Yang agak berkurang sedikit adalah infrastruktur. Tapi yang paling utama adalah bagaimana sistem pelayanan publik bisa berjalan optimal,” ujarnya. (FL/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya