Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Warga dan Pelajar Hijaukan Lahan Kritis di Becok dengan Tanam 1.000 Pohon

M Yakub
10/11/2025 23:34
Warga dan Pelajar Hijaukan Lahan Kritis di Becok dengan Tanam 1.000 Pohon
Warga bergotong royong menanam 1.000 pohon di lahan kritis.(MI/M Yakub)

SEKITAR 1000 batang pohon ditanam sejumlah elemen masyarakat dan pelajar di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Minggu (9/11). Penanaman pohon pada lahan kritis itu dilakukan di Dusun Becok, Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. 

Kegiatan konservasi ini dilaksanakan ratusan warga. Penghijauan dikawasan hutan ini tak hanya bertujuan menjaga lingkungan, tetapi juga sebagai momen edukasi berharga bagi generasi muda.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Nurul Huda Becok, Kelompok Tani Hutan (KTH) Wono Lestari, dan Hippam Torto Moro. Kegiatan ini juga pelibatan ratusan siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari KB, TK, MI, hingga SMP Nurul Huda.

Ketua Yayasan Nurul Huda Becok, Mohammad Thohiron menjelaskan kegiatan ini memiliki dua tujuan utama. "Selain untuk konservasi alam, kegiatan ini juga untuk memberikan edukasi kepada para siswa untuk mencintai alam dengan menanam pohon," ujarnya. 

Hal ini sebagai upaya menanamkan kesadaran dan kecintaan lingkungan sejak dini. Sehingga, para siswa dapat mencintai lingkungan dan dapat tertanam dalam dirinya untuk merawat lingkungan. “Kegiatan ini akan tertanam di mindset para siswa pentingnya untuk menanam dan menjaga kelestarian alam,” ungkapnya.

Inisiatif positif ini mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Perwakilan Cabang Dinas Kehutanan Bojonegoro, Syamsu Nastain, menyampaikan penghargaan atas kegiatan yang dilaksanakan oleh Yayasan Nurul Huda ini.

Ia mengatakan, pentingnya peran serta semua elemen masyarakat dalam upaya penyelamatan lingkungan. "Penyelamatan lingkungan tidak hanya bisa dilaksanakan satu pihak saja. Namun, harus dilaksanakan semua pihak termasuk para pelajar," tegasnya. 

Hal ini menunjukkankolaborasi dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelajar, sangat krusial dalam menjaga kelestarian alam.

Kepala SMP Nurul Huda, KH. Su’udil Azkah menjelaskan kegiatan konservasi alam ini merupakan pembelajaran diluar kelas. Kegiatan ini juga sangat penting bagi para siswa sebagai edukasi. 

Termasuk, sebagai upaya melanjutkan perjuangan para pahlawan yang terdahulu.  “Semoga kegiatan ini sebagai ladang ibadah bagi kita semua,” pungkasnya.(E-2) 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya