Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MASA-MASA kuliah adalah paling sulit dirasakan dan zaman paling indah tak kala menjadi kenangan. Tinggal di kos-kosan yang serba tidak berkecukupan.
Apalagi mondok di asrama kampus yang penuh duka cita dan cerita pilu. Mungkin berawal dari ingin berbagi dan peduli terhadap kepiluan nasib demikian, Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menyalurkan bantuan beras kepada mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) Universitas Syiah Kuala (USK).
Uluran tangan yang datang tidak disangka dan hadir secara tiba-tiba itu diantar langsung ke Asrama Mahasiswa Kopelma Darussalam, pada Jumat (10/10) kemarin. Itu sebabnya para mahasiswa dan mahasiswi penerima beasiswa Kartu Indonesia pintar terasa seperti lailatul qadar di bulan Ramadhan.
"Saya terharu, sebelumnya tidak tahu akan ada bantuan beras dari Polda Aceh. Alhamdulillah sekali kepada donatur yang sudah terpanggil untuk berbagi kepada kami," tutur Azlina, mahasiswi penerima beasiswa KIP-K yang duduk di smester I FKIP Bahasa Indonesia, Sabtu (11/10).
Kasubdit Bhabinkamtibmas Polda Aceh, AKBP Ruslan Syafei mengatakan, kegiatan penyaluran beras bantuan kepada di asrama komplek USK Darussalam itu merupakan arahan langsung dari Kapolda Aceh, Brigjen Polisi Marzuki Ali Basyah. Hal itu adalah bentuk memperkuat silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat kampus.
Apalagi ini menjadi wujud kepedulian sekaligus ajang silaturahmi antara aparat kepolisian, civitas akademika USK, dan masyarakat Gampong (Kampung) Kopelma Darussalam, Banda Aceh.
"Kami siap bekerja sama dan membantu dalam kegiatan pembinaan ke depan. Kapolda juga berpesan agar mahasiswa terus meningkatkan kemampuan (skill) dan menjunjung tinggi adab, karena adab berada di atas ilmu," tutur AKBP Ruslan Syafei.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof Mustanir, berterima kasih dan memuji apresiasinya terutama kepada Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah dan jajarannya atas kepedulian terhadap mahasiswa, khususnya penerima KIP-K yang merupakan putra-putri berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia.
"Polda Aceh ingin berbagi dengan kita dan mempererat silaturahmi bersama mahasiswa. Ada 50 karung beras, masing-masing seberat 5 kilogram, yang akan dimanfaatkan bersama, termasuk untuk kegiatan Maulid Gampong bersama nanti," tutur Profesor Mustanir.
Dijelaskan nya, mahasiswa penerima KIP-K ini adalah anak-anak pintar yang disekolahkan oleh negara. USK terus berkomitmen membantu agar kendala finansial tidak menjadi penghalang dalam menuntut ilmu.
“Ke depan USK bersama Polda Aceh berencana melaksanakan sejumlah program kolaboratif lainnya, seperti kegiatan pelayanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi mahasiswa serta kegiatan pembinaan karakter dan keterampilan," kata Prof Mustanir.
Adapun Keuchik (Kepala Desa) Gampong Kopelma Darussalam, Eddi, juga turut menyampaikan dukungannya kepada mahasiswa USK yang berdomisili di komplek Kampus USK.
“Mahasiswa adalah warga saya, meskipun tidak semua ber-KTP Kopelma. Kami selalu siap membantu kebutuhan administrasi atau kegiatan masyarakat tanpa biaya apa pun. Sebentar lagi kita akan melaksanakan Maulid, dan saya berharap adik-adik mahasiswa dapat berpartisipasi," tambah tutur Keuchik Eddi. (MR/E-4)
Program ini memungkinkan para mahasiswa untuk memperoleh pengalaman klinis melalui kegiatan kepaniteraan atau observership di berbagai rumah sakit luar negeri.
PEMULIHAN kembali kawasan terdampak banjir besar Sumatra menjadi momentum membangun Aceh lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan.
BANJIR bandang yang meluluhlantakkan wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada 26-27 November 2025, sudah berlalu satu bulan lebih.
DALAM rangka menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup pemerintah diharapkan memperkuat perlindungan hutan serta meningkatkan peran masyarakat hukum adat.
DAMPAK banjir bandang pada Rabu 26-27 November 2025 lalu hingga kini masih belum tertangani. Namun, kekhawatiran masyarakat provinsi Aceh masih belum berakhir.
Ketua PKM Bidang Air Bersih dan Sanitasi Prof Akhyar mengatakan, pendekatan teknis dan partisipatif adalah kunci keberhasilan kegiatan di lapangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved