Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ARUS lalu lintas di kawasan Jalan Engku Hang Tua diperkirakan bakal semakin lancar setelah pelebaran jalan menjadi 10 meter. Peningkatan ini diharapkan mampu mengurai kemacetan, terutama pada jam sibuk dan saat kegiatan keagamaan berlangsung di sekitar Islamic Centre Batam.
Proyek peningkatan jalan yang dikerjakan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam ini menelan anggaran sebesar Rp8,1 miliar. Pekerjaan dilakukan oleh PT Artha Gemah Lestari dan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025. Pembangunan dimulai sejak 14 Agustus 2025 dan ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari kalender.
Kepala Biro Umum BP Batam, M. Taofan, mengatakan proyek ini merupakan bagian dari upaya BP Batam dalam memperkuat konektivitas antarwilayah dan memperlancar akses menuju kawasan Islamic Centre serta fasilitas penting di sekitarnya, seperti Masjid Agung Raja Hamidah, Kantor DPRD Kota Batam, Asrama Haji, dan Pengadilan Negeri Batam.
“Peningkatan kualitas jalan ini penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan memperindah akses menuju kawasan Islamic Centre yang menjadi salah satu ikon Kota Batam,” katanya, Jumat (10/10).
Ia menjelaskan, dengan pelebaran jalan menjadi 10 meter, diharapkan arus lalu lintas di kawasan tersebut akan semakin lancar, terutama saat jam padat dan kegiatan keagamaan berlangsung.
Selain memperhatikan aspek kenyamanan, BP Batam juga memastikan proyek ini berjalan sesuai jadwal dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
“Kami terus memantau progres di lapangan agar proyek ini selesai tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
BP Batam berharap, setelah rampung, peningkatan Jalan Engku Hang Tua tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga mendukung kawasan Islamic Centre sebagai salah satu destinasi keagamaan dan kebanggaan masyarakat Batam. (H-1)
Jembatan yang putus menghubungkan Dusun Mempiu Desa Cerucuk dengan Dusun Air Mungkui Desa Bulu Tumbang.
Hingga kini, akses tersebut belum dapat digunakan, sehingga warga setempat membuat jembatan darurat dari bambu untuk pejalan kaki dan sepeda motor.
Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya mengatakan progres kinerja Satuan Tugas (Satgas) Jembatan pada Presiden Prabowo Subianto.
Ada 11 jembatan yang rusak terdampak banjir bandang meluapnya aliran Sungai Cimandiri
Jembatan gantung ini menjadi bagian dari upaya TNI mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
PEMERINTAH menargetkan seluruh jembatan bailey di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh dapat rampung pada akhir pekan ini
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved