Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan penanganan terhadap jenazah korban runtuhnya Musholla Ponpes Al Khoziny oleh Tim DVI Polri dilakukan dengan Profesional Menjaga Akuntabilitas, berorientasi pada perlakuan terbaik bagi korban serta ketenangan keluarga.
Saat meninjau langsung bersama Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi kepada Tim DVI Polri yang sejak awal sudah bekerja di lokasi. Ia menegaskan, seluruh sampel DNA dari keluarga wali santri sudah terkumpul sehingga proses identifikasi dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.
"Terima kasih kepada Tim DVI Ante Morten yang juga sudah ada di lokasi sejak awal kejadian dan kemarin semua sample DNA juga sudah diambil dari keluarga Wali Santri. Artinya semua Insya Allah Well Prepared," kata Khofifah di Surabaya, Sabtu (4/10).
Meski sarana pendukung sudah lengkap, Khofifah mengingatkan bahwa proses rekonsiliasi antara data Post Mortem (PM) dan Ante Mortem (AM) membutuhkan kehati-hatian dan profesionalitas tinggi. Hal inilah yang membuat identifikasi korban tidak bisa dilakukan secara terburu-buru.
"Ada kesulitan-kesulitan pada saat harus dilakukan rekonsiliasi antara PM dan AM nya. Semoga keluarga juga bisa memahami dimana kerja-kerja profesional sudah dilakukan tetapi dengan penuh kehati hatian," tegasnya.
Menurut Khofifah, rekonsiliasi akan dilakukan setelah identifikaai agar jenazah bisa dipastikan kesesuaian dan kepastian sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
"Bagaimana semua bisa meyakinkan ketika nanti di rekonsiliasi . Dan ketika sudah ketemu dan teridentifikasi dari yang masuk ini mereka bisa memastikan dan meyakini bahwa ini adalah putranya atau keponakan mereka," tuturnya.
Terkait banyaknya wali santri yang ingin terlibat langsung dalam proses evakuasi, Khofifah menyampaikan bahwa gabungan tim SAR membuka ruang untuk perwakilan pesantren mengikuti proses pembongkaran dan evakuasi sesuai kondisi.
Saat yang sama Pemprov Jatim telah menurunkan tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) dari Dinas Sosial Jatim untuk memberikan pendampingan psikososial wali santri.
"Saya dengar mereka ada yang ingin ikut membantu proses evakuasi. Namun kita terus menjelaskan bahwa semua ini dilakukan penuh kehati-hatian dan oleh orang-orang yang sangat profesional sehingga perwakilan pesantren diperkenankan atas persetujuan gabungan tim SAR. Prinsipnya terbuka untuk ikut evakuasi sedangkan jumlahnya sesuai situasi dan kondisi," ungkapnya.(H-2)
SETELAH 16 hari menjalani perawatan intensif di RSUD Notopuro Kabupaten Sidoarjo, santri Syehlendra Haical,13, akhirnya diperbolehkan pulang ke Probolinggo, Kamis (16/10).
Maksum mengatakan, semua pesantren yang mengalami musibah serupa harus dibantu oleh negara, bukan hanya Ponpes Al Khoziny.
BNPB melaporkan bahwa sebanyak 50 jenazah korban robohnya bangunan Pesantren Al Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, telah berhasil diidentifikasi.
Identifikasi korban runtuhnya Musholla Ponpes Al Khoziny telah memasuki fase sulit dalam proses identifikasi akibat minimnya sampel dari korban yang dinilai kurang bagus.
Basarnas sudah memastikan pencarian korban Ponpes Al Khoziny sudah dihentikan, namun proses identifikasi masih dilakukan Tim DVI Polri.
AHY menegaskan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam mengawasi kelayakan bangunan publik dan fasilitas masyarakat, menyusul tragedi robohnya Pondok Pesantren Al Khoziny
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan virus influenza A (H3N2) subclade K yang menunjukkan tren peningkatan untuk di Jatim hingga akhir 2025 masih dalam keadaan terkendali.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat Kepulauan Riau membangun hubungan sosial dan ekonomi dengan masyarakat Jawa Timur.
Pencegahan korupsi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus dibangun sebagai ekosistem melalui edukasi publik, penguatan tata kelola, dan pelibatan masyarakat.
Pertemuan strategis ini sengaja dihelat sebagai bagian pertama dari upaya peningkatan kerja sama untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertemu Perdana Menteri Singapura H.E. Lawrence Wong dalam program Rising Fellowship di Istana Sri Temasek.
Apel kehormatan dan renungan suci bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan, keteladanan, dan nilai pengabdian para pahlawan bangsa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved