Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KORBAN keracunan trauma mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG), Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI) bersiap memberikan pendampingan terhadap dapur MBG serta mengungkap akar permasalahan penyebab kasus keracunan yang terus terjadi.
Pemantauan Media Indonesia Jumat (26/9) kasus keracunan penerima MBG terus berjatuhan di sejumlah daerah di Jawa Tengah, korban berjatuhan cukup besar hingga mencapai ratusan penerima manfaat sehingga membuat sorotan. Apalagi korban keracunan mengalami trauma mengonsumsi MBG.
Berdasarkan catatan jumlah korban MBG di Jawa Tengah Selasa tahun 2025 mencapai 678 orang penerima manfaat sebagian merupakan pelajar yakni Kabupaten Sukoharjo 40 orang (16/1), Batang 28 orang (24/4), Karanganyar 9 orang (21/4), Sragen 196 orang (12/4), Wonogiri 131 orang (11/9) dan Rembang 173 orang (23/9) serta Bumen 101 orang (25/9).
"Saya tidak mau mengonsumsi MBG lagi, setelah makan mie ayam terasa mual, pusing dan sakit perut serta muntah-muntah," kata Chika Noviana, pelajar SMPN I Kragan Rembang yang masih terbaring dengan muka pucat di puskesmas.
Hal serupa juga diungkapkan Karina Dewi, pelajar lain yang mengaku mengalami kondisi yang sama. Bahkan terpaksa harus menjalani rawat inap di Puskesmas Kragan, Kabupaten Rembang akibat keracunan makanan dibagikan dalam program MBG tersebut. "Awalnya tidak curiga, tetapi setelah mengkonsumsi mengalami gejala keracunan, saya takut sekarang," tambahnya.
Ketua Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI) Kota Semarang Yanti M Sakoer mengatakan akar masalah kasus-kasus keracunan MBG ini, karena banyak dapur MBG dikelola tanpa ahli masak skala besar, sehingga mengabaikan standar higienis dan menyajikan menu seadanya.
Menyajikan MBG dalam porsi besar setiap hari, lanjut Yanti, tidak sekedar mencukupi kebutuhan, tetapi harus memenuhi persyaratan utama yang harus dipertimbangkan seperti bergizi, tahan lama dan enak, sehingga tidak membuat trauma bagi penerima manfaat. Bahkan akan menjadi cerita indah tanpa membuat trauma akibat keracunan.
LAYANAN PENDAMPINGAN
Menghadapi kasus keracunan MBG yang terus berjatuhan, Ketua PPJI Jawa Tengah Lilik Agus Gunarto mengungkapkan membuka layanan pendampingan gratis bagi pengelola dapur MBG di seluruh Jawa Tengah, sehingga kasus-kasus tersebut tidak akan terulang kembali di masa mendatang dan bahkan akan meningkatkan kualitas makanan disajikan.
Pendampingan terhadap dapur MBG secara gratis, menurut Lilik Agus Gunarto, mencakup pra-produksi hingga pasca-produksi yakni dari mulai pemilihan menu bergizi, bahan baku aman, penyimpanan benar, memasak, pengemasan, penyajian, dan sanitasi peralatan seperti mencuci ompreng.
"Silahkan dapur MBG menghubungi PPJI di daerah masing-masing, karena program MBG untuk gizi anak-anak kita dan jangan sampai ribuan korban jatuh lagi seperti yang dilaporkan," pungkas Lilik. (E-2)
Badan Gizi Nasional (BGN) belum membayarkan klaim biaya pengobatan warga yang menjadi korban keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat.
Berbagai kasus keracunan MBG menuai sorotan publik. Dadan mengatakan terhadap kondisi itu, dia hadir di rapat Komisi IX DPR untuk mendengar masukan tata kelola MBG.
Kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terus bertambah.
Data 27 september 2025, berdasarkan pemantauan JPPI, korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai 8.649 anak. Terjadi lonjakan korban keracunan sebanyak 3.289 korban
Menurut Hendri, rencana pemerintah untuk mengevaluasi pengelolaan dan pelaksanaan MBG merupakan langkah tepat.
SPPG, kata Sri Sultan, bisa mencontoh pengalaman dapur umum kala terjadi bencana di Yogyakarta, seperti Gempa 2006 maupun erupsi Gunung Merapi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved