Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
FESTIVAL Seni Multatuli (FSM) 2025 yang berlangsung pada 19–21 September di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, tak hanya menyajikan ragam pertunjukan seni dan budaya. Gelaran ini juga memberi dampak positif yang nyata bagi perekonomian masyarakat setempat.
Kepala Museum Multatuli, Ubaidillah Muchtar, menyebutkan geliat ekonomi terasa selama tiga hari festival.
“Tentu saja ada dampak ekonomi. Hotel-hotel penuh, penginapan terisi, pedagang berjualan selama tiga hari, penyedia peralatan dan makanan juga kebagian rezeki,” kata Ubaidilah dalam keterangan yang diterima, Kamis (25/9).
Ia menambahkan, setidaknya ada tujuh hotel di Rangkasbitung yang terdata dan semuanya terisi penuh.
“Informasi dari teman-teman PHRI, semuanya penuh. Tetapi yang paling banyak dipakai sebenarnya Hotel Rahaya dan Satria,” ungkapnya.
Selain sektor perhotelan, para pelaku UMKM juga ikut merasakan berkah festival. Panitia memang hanya menyediakan 10 booth resmi, namun pedagang di sekitar lokasi festival pun kebanjiran pembeli.
“Teman-teman UMKM yang jualan kaos, produk, alhamdulillah laku. Laporan dari mereka juga tertib,” kata Ubaidillah.
Ia menambahkan, pengelola parkir pun turut diuntungkan. “Pengelola parkir senang karena ada kebijakan penghapusan retribusi dan pajak selama festival dari Bupati Lebak,” jelasnya.
Festival ini juga berdampak pada peningkatan jumlah pengunjung Museum Multatuli. “Jumat dan Sabtu kami buka sampai jam 9 malam. Alhamdulillah jumlah pengunjung bagus. Hari Minggu kemarin kami juga sudah mulai menerapkan pembayaran non-tunai,” tuturnya.
Meski belum ada angka resmi dari pemerintah maupun PHRI, Ubaidillah memperkirakan jumlah pengunjung mencapai 10 ribu orang, khususnya pada puncak acara di malam Minggu.
FSM 2025 menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari pameran seni, pertunjukan budaya, hingga dialog sastra-sejarah bersama sejumlah tokoh. Festival ini terselenggara berkat program aspirasi Anggota Komisi X DPR RI Dapil Lebak, Bonnie Triyana.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Butet Kartaredjasa, Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning, Anggota Komisi X DPR RI Denny Cagur, Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, serta Ketua DPRD Lebak Juwita Wulandari. Puncak acara dimeriahkan penampilan musisi Once Mekel yang sukses menghibur ribuan warga Rangkasbitung. (P-4)
Pusat konvensi terbesar di Indonesia Timur, Summarecon Makassar Convention Center, diresmikan bersama fasilitas pendidikan dan kuliner baru, dorong pertumbuhan MICE dan ekonomi daerah.
Cikarang kini menjadi saksi lahirnya babak baru industri pendingin udara nasional. DAIKIN resmi memulai operasi pabrik AC hunian skala penuh pertama di Indonesia
Pemerintah Kabupaten Trenggalek mencatat sejarah baru dalam transformasi pengadaan barang dan jasa.
Selama empat tahun berdiri, total transaksi yang tercatat di RB Rembang mencapai sebesar Rp4,62 miliar.
Ketersediaan vaksin TB, seperti halnya vaksin covid-19, akan menjadi game changer untuk mengakhiri penyakit yang telah menjadi ancaman kesehatan selama berabad-abad.
Warga saling menyiram air saat tradisi perang air pada Festival Air Suwat di Desa Suwat, Gianyar, Bali.
Festival budaya menjadi salah satu cara sekolah menanamkan nilai akhlak melalui aktivitas seni, tradisi, dan interaksi sosial.
Festival Budaya Mecaq Undat digelar di Lamin Adat Pemung Madung, Desa Budaya Sungai Bawang, Muara Badak, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
INDONESIA adalah negara dengan kekayaan budaya yang luar biasa. Budaya daerah tersebar di seluruh penjuru Nusantara, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved