Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Yuliarso memastikan terus melakukan pengawasan terhadap seluruh tempat hiburan malam yang ada di Kota Bertuah.
Pengawasan dilakukan agar para pengelola tempat hiburan malam tidak melanggar izin yang telah diberikan pemerintah kota. Apalagi terkait isu bahwa salah satu hiburan malam yang diduga menjadi tempat peredaran narkoba.
"Kami melakukan tetap melakukan pengawasan terhadap hiburan malam yang ada di Pekanbaru. Mereka jangan sampai melanggar aturan yang ada," tegas Yuliarso, Sabtu (20/9).
Ia menuturkan, pada Senin (15/9) kemarin pihaknya juga sudah melakukan sidak ke salah satu hiburan malam, D'Poin Jalan Ahmad Yani.
Pihaknya ingin memastikan aktivitas hiburan malam di sana, pasca adanya dugaan kegiatan narkoba di lokasi tersebut.
Ia dan jajaran Satpol PP juga memeriksa satu persatu izin kegiatan usaha. Namun pengelola dapat menunjukkan seluruh izin, dan memastikan di lokasi mereka tidak ada narkoba.
Pihaknya turun setelah mendapatkan atensi dari Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho yang mendapat kabar mantan Manajer D'Poin bersama dua orang jaringan diduga terlibat peredaran ribuan butir pil ekstasi yang diungkap Polda Riau.
"Kita sudah cek izin mereka itu dan ditunjukkan sudah lengkap. Klarifikasi terkait kejadian tindak pidana jual beli narkoba, sudah diinformasikan bahwa kejadian tidak di sana dan oknum yang melakukan bukan dari D'Poin sendiri. Sudah diperlihatkan bukti-bukti yang bersangkutan sudah lama berhenti," pungkasnya. (H-1)
Fakta mengkhawatirkan mengenai infiltrasi narkoba yang kini telah menyusup ke berbagai sektor, mulai dari perkantoran, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Menjelang persidangan, Ammar Zoni tampak percaya diri. Ia bahkan menyatakan keyakinannya akan segera bebas dari jeratan hukum.
Di era Presiden Prabowo Subianto, perang melawan narkotika kini tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan menempatkan penyelamatan generasi muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved