Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang ditangani Polres Tanggamus pada Mei 2025, secara tidak terduga membuka tabir jaringan besar industri rumahan senjata api (senpi) rakitan dan bisnis jual-beli amunisi ilegal yang menyebar hingga ke luar Provinsi Lampung.
Berikut kronologi lengkap pengungkapan kasus tersebut berdasarkan keterangan resmi Polda Lampung:
Semua bermula saat anggota Polres Tanggamus menangkap seorang tersangka berinisial RS dalam kasus curanmor. Dari hasil penggeledahan di rumahnya, polisi menemukan satu pucuk senjata api rakitan menyerupai FN beserta amunisi kaliber 9 mm.
Kepada polisi, RS mengaku membeli senjata rakitan tersebut dari tersangka RK seharga Rp8 juta. Dari informasi itu, polisi kemudian bergerak cepat memburu RK.
RK ditangkap beberapa hari kemudian. Dalam pemeriksaan, RK mengungkap bahwa senjata api tersebut ia dapatkan dari seseorang berinisial H, yang kini masih dalam pengejaran (DPO). Harga jual senjata dari H disebut sebesar Rp5 juta.
Selain itu, RK juga mengaku membeli empat butir amunisi dari tersangka lain berinisial A, dengan harga Rp50.000 per butir.
Polisi kemudian menggeledah rumah RK di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Di lokasi ini, ditemukan satu pucuk senpi rakitan jenis Glock dan 18 butir amunisi kaliber 22 mm.
Bukti tambahan ini memperkuat dugaan bahwa RK tidak hanya sebagai pemakai, melainkan juga perantara dalam jaringan distribusi senjata api rakitan dan amunisi.
Pengembangan kasus selanjutnya mengarah ke tersangka A yang berdomisili di Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung. Pada 13 Juni 2025, aparat kepolisian melakukan penggerebekan di kediaman A.
Di lokasi ini, polisi menemukan tiga pucuk airsoft gun yang telah dimodifikasi agar dapat menembakkan amunisi tajam. Selain itu, juga ditemukan sejumlah peralatan yang digunakan untuk merakit senjata api, termasuk alat bubut laras senjata.
Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika menjelaskan bahwa laras airsoft gun dimodifikasi agar kompatibel dengan peluru tajam berbagai kaliber.
“Jadi larasnya disesuaikan dengan kaliber amunisi. Ini bukan sekadar modifikasi, tapi sudah masuk kategori pembuatan senjata api secara ilegal,” ujar Helmy.
Pemeriksaan terhadap A mengungkap fakta baru: amunisi yang digunakan dalam senjata rakitan dibeli dari seorang pria berinisial ABT di Purbalingga, Jawa Tengah. ABT disebut sebagai pemasok atau "pedagang grosir" amunisi berbagai kaliber.
Tim Polda Lampung lalu berkoordinasi dan menangkap ABT di Purbalingga. Dari penggeledahan, aparat menemukan lebih dari 8.000 butir amunisi dari berbagai kaliber, serta lebih dari 1.000 selongsong peluru dan sejumlah magazin senjata api laras panjang.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung, Kompol Zaldi Kurniawan, menyebut bahwa dari ribuan amunisi tersebut, sebagian besar diketahui merupakan buatan PT Pindad.
“Benar, kami temukan amunisi produksi Pindad. Kami masih dalami dari mana tersangka mendapatkannya dan apakah ada keterlibatan pihak lain,” kata Zaldi.
Adapun rincian amunisi yang ditemukan antara lain: Kaliber 76,2 mm: 210 butir, Kaliber 5,56 x 72 mm: 1.460 butir, Kaliber US Carabine 30 mm: 643 butir, Kaliber 9 mm: 1.330 butir, Kaliber 5,56 x 45 mm: 1.775 butir, Kaliber 22 mm: 973 butir, Kaliber 38 mm auto: 247 butir, Kaliber 37 special: 395 butir
Kemudian, Kaliber 762 AK: 220 butir, Kaliber 9 mm PAK: 244 butir, Kaliber 762 sniper: 514 butir, Kaliber 9 x 17 mm: 19 butir, Amunisi shotgun: 14 butir, FN 46: 14 butir, Amunisi campuran: 277 butir.
Selain itu, polisi juga menyita: 1.044 selongsong berbagai ukuran, 5 unit magazin SS1, 1 unit magazin M16, 4 unit magazin AR15
Dalam kasus ini, aparat kepolisian masih mengejar tersangka H yang diduga sebagai perakit sekaligus distributor senjata rakitan kepada beberapa tersangka lain. Polda Lampung memastikan pengusutan akan terus berlanjut hingga seluruh jaringan terungkap.
“Ini bukan pengungkapan biasa. Ada rantai pasokan, modifikasi, hingga penjualan lintas provinsi. Kami terus dalami seluruh jaringannya,” tegas Kapolda. (Z-1)
Kim Jong-un meninjau industri pertahanan Korea Utara dan memerintahkan perluasan produksi rudal serta peluru kendali menjelang Kongres Partai tahun depan.
Tim Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jabar langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan prosedur evakuasi.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan penangkapan terhadap OA berawal dari keterangan RS yang sebelumnya telah lebih dulu ditangkap.
Penyelidik ungkap ukiran di amunisi tersangka penembakan Charlie Kirk hanyalah meme internet, bukan terkait ideologi transgender.
Warga Desa Saluaba, Kecamatan Ampana Kota, menemukan tujuh butir amunisi saat membersihkan kebun, lalu menyerahkannya kepada aparat.
Suryo menjelaskan, motivasi utamanya membangun pabrik di Lampung Timur adalah untuk menekan angka pengangguran yang tinggi di daerah asalnya.
Disebut Masjid Batu karena sejak didirikan pada era 1970-an, dindingnya tersusun dari batu kali hasil gotong royong warga.
Jembatan gantung ini menjadi bagian dari upaya TNI mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) menyebut bahwa tumpukan kayu yang ditemukan di wilayah pesisir Lampung bukan berasal dari banjir besar yang melanda sejumlah daerah di Sumatra.
Jajaran kepolisian siap membantu berbagai upaya kemanusiaan, termasuk pengiriman bantuan maupun dukungan operasi berbasis air apabila dibutuhkan di daerah terdampak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved