Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersiap menghadapi potensi bencana di musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim ditunjuk sebagai leading sector untuk menggelar rapat koordinasi lintas sektor guna membahas langkah antisipasi.
“Kita bicara karhutla tadi, perintah Bapak Bupati dalam sambutan acara penyusunan indeks ketahanan daerah adalah memerintahkan BPBD melaksanakan rakor. Ini penting karena hasil diskusi kami dengan BMKG Cilik Riwut menyebut dasarian kedua Juni sudah memasuki musim kemarau,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, Rabu (4/6).
Selain kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ancaman kekeringan juga menjadi perhatian serius. Wilayah selatan Kotim, yang memiliki keterbatasan air bersih dan masalah intrusi air laut, sangat rentan terhadap dampak kekeringan. Hal ini berpotensi mengancam kesehatan masyarakat dan sektor pertanian.
“Di sisi lain, pertanian kita juga menghadapi risiko. Masa tanam dimulai Mei, dan dalam empat bulan ke depan justru masuk musim panen yang rawan kekurangan air. Padahal wilayah selatan merupakan daerah potensi swasembada pangan,” jelas Multazam.
BPBD Kotim telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk menyiapkan langkah-langkah kontijensi, termasuk intervensi jika terjadi kekeringan di lahan pertanian. Rapat koordinasi nanti akan melibatkan Dinas Bina Marga, Balai Wilayah Sungai, dan instansi terkait lainnya.
“Untuk itu kami sedang menyusun kajian agar saat rapat nanti bisa diputuskan langkah siaga bencana karhutla dan kekeringan. Daerah selatan, masyarakatnya mengandalkan air hujan untuk konsumsi harian. Tahun lalu sempat mengalami kekeringan juga, tapi terbantu karena masyarakat menjual air sendiri,” papar Multazam.
Wilayah rawan karhutla, yang juga sering terdampak banjir saat musim hujan, meliputi Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Utara, Seranau, sebagian Cempaka Mulia, Parenggean, MB Ketapang, dan Baamang. Namun, Multazam menekankan bahwa fokus penanganan akan diprioritaskan pada titik-titik rawan tertentu.
“Pulau Hanaut dan Parenggean misalnya, sumber daya kita untuk penanggulangan di sana terbatas karena faktor geografis. Sungai Mentaya jadi pembatas utama untuk akses,” tegasnya.
Pemerintah Kotim berharap rapat koordinasi ini akan menghasilkan langkah-langkah efektif untuk meminimalisir dampak bencana kemarau. (H-1)
Hujan lebat yang terjadi selama 11 jam sejak 1 Desember pukul 02.00 WIB hingga 2 Desember pukul 13.00 WIB itu mengakibatkan 56 rumah terdampak, dengan 56 KK atau sekitar 150 jiwa terdampak.
BMKG Maritim mengingatkan potensi pasang tinggi atau banjir rob diperkirakan pada 6–13 Desember 2025.
BKSDA Resort Sampit mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap kemunculan buaya selama banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kotawaringin Timur.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan dua unit alat berat dikerahkan untuk membongkar lantai jembatan yang rusak.
Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Memasuki musim kemarau, Kabupaten Kotawaringin Timur kini berada dalam status waspada tinggi terhadap potensi Karhutla
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kotim, Marjuki, mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta seluruh bidang di DLH untuk mendukung program ini.
Pada 2024 ini Pemkab Kotim menargetkan 390 hektar lahan yang tersebar di 9 kecamatan untuk ditanami jagung.
SAAT ini untuk memasuki daerah kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) harus menunjukan surat negatif Covid dari hasil PCR, seperti di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
BUPATI Kotawaringin Timur (Kotim) H Halikinnor mengizinkan para pedagang Pasar Ramadan yang berjualan takjil untuk membuka dagangannya saat pandemi Covid. Namun, harus dengan prokes.
Setiap paslon saling memaparkan visi, misi, dan program kerja mereka nantinya ketika terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Kotim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved