Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Menjelang Idul Adha 2025, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) melakukan berbagai persiapan memastikan kelancaran, keamanan, kesehatan hewan kurban hingga pemantauan harga sembako.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan usai memimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di wilayah Serpong, pada Rabu (28/05/2025).
"Kementerian Agama menetapkan Idul Adha di 6 Juni 2025. Kita mempersiapkannya,sebelumnya melepas jemaah haji sudah dilakukan pengawalan, juga kami memantau di wilayah terkait penjualan hewan kurban. Misal, kondisi hewannya seperti apa, kesehatannya, alhamdulilah masih nol tidak ada laporan terkait penyakit mulut dan kuku," ujarnya.
Pemkot Tangsel juga terus melakukan sosialisasi tata cara pemotongan hewan kurban kepada masyarakat. Serta, pendistribusian hingga kebutuhan sembako menjelang Idul Adha menjadi pembahasan serius.
"Soal tersedianya sembako di Tangsel dan fluktuasi harga naik turunnya. Alhamdulilah untuk harga sembako masih stabil, walaupun ada beberapa kenaikan seperti gula dan juga minyak, tetapi tidak signifikan," katanya.
Fluktuasi harga tidak hanya soal kenaikan kata Pilar, terdapat pula harga-harga yang mengalami penurunan. Seperti, daging sapi hingga bawang putih. "Sampai saat ini, kita terus melakukan pemantauan. Dinas-dinas terkait juga sudah bersiap langkah-langkah apabila ada kelangkaan barang dan kenaikan harga sembako," katanya.
Diantara para penjual hewan kurban, Ipank warga Ciputat berharap penjualan tahun ini dapat berjalan lancar."Kondisi hewan kurban sehat semoga tetap lancar," tukasnya.(H-1)
Data lapangan menunjukkan bahwa pada Jumat (16/1/2026), di Pos Ciputat dan Pasar Cimanggis, masih banyak warga yang tidak membawa identitas (KTP) saat terjaring.
PemkotĀ tidak akan mengambil langkah sepihak atau memaksakan kerja sama tanpa adanya kesepakatan bersama dengan wilayah terkait.
PEMERINTAH Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meluncurkan Rencana Capaian 100 Hari Tim Percepatan Pengelolaan Sampah sebagai langkah darurat mengatasi keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.
Sistem pengelolaan sampah belum dirancang untuk menghadapi situasi darurat, padahal kota dengan kepadatan tinggi seperti Tangsel sangat rentan terhadap gangguan layanan dasar.
Penanganan dilakukan setelah warga melaporkan tumpukan sampah yang menggunung hingga mendekati atap bangunan pasar.
Yayang juga menyoroti kondisi TPA Cipeucang yang sudah melampaui kapasitas (overload) telah mengganggu aktivitas warga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved