Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BUNDA Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, Erma Oloan P. Nababan, mengunjungi dua lembaga PAUD di Desa Simangaronsang, Kecamatan Doloksanggul, Senin (26/5).
Dalam kunjungan yang dipusatkan di aula Kantor Desa Simangaronsang itu, Erma berinteraksi langsung dengan 52 anak dari PAUD Diakonia dan PAUD Simas. Ia juga bertemu dengan para tenaga pendidik, serta sejumlah balita stunting dan keluarganya.
Didampingi Plt. Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) dr. Gunawan Sinaga, Kabid PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Humbahas Rosita Gultom, serta perwakilan TP PKK dan organisasi perangkat daerah lainnya, Bunda PAUD menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam mendukung pendidikan anak usia dini.
“Kami sangat berterima kasih kepada para pendidik yang dengan penuh dedikasi telah mencurahkan kasih sayangnya demi menciptakan generasi yang cerdas dan berkarakter. Pendidikan usia dini adalah fondasi penting masa depan bangsa,” ujar Erma Oloan.
Dalam sambutannya, ia juga menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan, keluarga dan masyarakat dalam proses tumbuh kembang anak. "Peran orang tua sangat vital. Kualitas pengajaran di PAUD tidak akan cukup tanpa keterlibatan aktif keluarga di rumah," tegasnya.
Terkait isu stunting yang masih menjadi perhatian nasional, Bunda PAUD berharap kegiatan ini turut memberikan edukasi serta solusi konkret dalam upaya pencegahan. “Kami ingin pastikan balita kita terbebas dari stunting. Gizi seimbang dan stimulasi tepat akan sangat menentukan perkembangan anak,” tambahnya.
Peran aktif keluarga
Senada, dr. Gunawan Sinaga dalam paparannya menyampaikan bahwa pencegahan stunting memerlukan peran aktif keluarga sejak awal kehidupan anak. Ia menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, asupan gizi seimbang, serta pemeriksaan kesehatan berkala.
“Pola makan anak harus diperhatikan sejak dini. Orang tua juga harus menjaga kesehatan selama masa kehamilan dan menyusui. Ini bagian dari investasi kesehatan jangka panjang,” jelas Gunawan.
Pemberian makanan tambahan
Sebagai bentuk dukungan nyata, kegiatan ini juga dirangkai dengan pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan lokal kepada anak-anak PAUD dan balita stunting. Selain itu, Bunda PAUD turut memperkenalkan alat permainan edukatif (APE) sebagai sarana stimulasi tumbuh kembang anak.
Menutup rangkaian kegiatan, Erma Oloan P. Nababan menghibur anak-anak dengan sesi mendongeng (storytelling), lalu menyerahkan dua set buku cerita interaktif push-pull kepada masing-masing PAUD sebagai bagian dari kampanye literasi anak sejak dini.
Kepala Desa Simangaronsang, Tongam Purba, menyampaikan apresiasi atas perhatian Bunda PAUD dan jajaran Pemkab Humbahas. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala guna meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak-anak desa. (E-2)
Wakil Menteri BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menekankan pentingnya edukasi tentang 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) kepada calon orang tua dan keluarga.
KEMENTERIAN Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN mencatat capaian signifikan dalam pelaksanaan program prioritas sepanjang tahun 2025.
Fokus kolaborasi ini adalah menggalakkan program pencegahan stunting bagi warga masyarakat di sekitar Pondok Gede, Kota Bekasi.
PT Hengjaya Mineralindo resmi berkolaborasi dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mengimplementasikan program Taman Asuh Sayang Anak
Dinas kesehatan sulbar melakukan cek kesehatan gratis untuk memantau pertumbuhan dan cakupan gizi anak sebagai upaya pencegahan stunting.
Dinas Kesehatan Denpasar mencatat 4.400 balita telah diperiksa, dengan 13 di antaranya mengalami stunting.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved