Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah terus berupaya mewujudkan program makan bergizi gratis (MBG) meski masih terkendala minimnya jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di sejumlah daerah, termasuknya Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.
Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Brigjen Pol Sony Sonjaya mengatakan, kebutuhan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) sekitar 83 di Kota Tasikmalaya tapi sekarang yang ada baru tersedia 9 SPPG Namun, di Kabupaten Tasikmalaya sendiri terdiri 7 SPPG dan sekarang masih membutuhkan banyak tenaga relawan.
"Target di 2026 semua daerah sudah memiliki SPPG agar program MBG berjalan optimal sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Karena, di Kota Tasikmalaya termasuknya daerah lainnya perlu tenaga relawan dan untuk sekarang ini pelatihan serentak digelar di 6 daerah mulai Tasikmalaya, Serang, Cirebon, Sumedang, Jakarta, dan Karawang, dengan jumlah 10 ribu peserta," katanya, di Hotel Harmoni, Minggu (27/4/2025).
Ia mengatakan, pelatihan yang dilakukan selama dua hari kepada 10 ribu peserta tidak lain mereka dibekali pengetahuan, keterampilan dan standar operasional prosedur (SOP) dalam mengelola makanan skala besar. Karena, memasak untuk konsumsi pribadi memang tidak bisa disamakan dengan memasak bagi ribuan penerima manfaat.
"Kesalahan dalam pengolahan makanan seperti yang diduga terjadi pada kasus keracunan massal di Cianjur harus dicegah melalui pelatihan intensif dan pelatihan ini ada teori, studi kasus dan praktik. Kami juga melibatkan berbagai ahli, termasuk dari dinas pendidikan, dinas lingkungan hidup, BPOM dan ahli gizi. Namun, semua proses perekrutan relawan SPPG dilakukan secara transparan melalui platform resmi mitra.bgn.id, tanpa ada pungutan biaya," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Nanang Suhara mengatakan, kehadiran SPPG mendorong kebiasaan makan sehat di kalangan siswa karena sebelumnya ada kecenderungan mereka memilih jajanan instan. Namun, program makan bergizi gratis (MBG) tetap akan menggandeng kepala sekolah, K3S, guru dan orang tua untuk mendukung demi tercapainya Indonesia emas 2045.
"Banyak anak-anak biasa makan makanan gurih bumbu mecin hingga saat disajikan makanan bergizi, nafsu makan berkurang. Akan tetapi, dengan program Presiden RI Prabowo Subianto kita atasinya dengan edukasi kepada siswa, guru dan orang tua agar mereka lebih semangat belajar juga membantu pemenuhan gizi siswa dengan makan sehat," paparnya. (H-1)
Peran dapur mitra UMKM sangat krusial dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa berkebutuhan khusus.
PSI menyebut tingginya kepuasan publik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi indikasi pemerintah mendengarkan masukan dan kritik masyarakat.
MoU ini fokus pada dua sektor utama. Yakni energi hijau dan ketahanan pangan.
UNICEF memberikan apresiasi tinggi atas komitmen kepemimpinan Indonesia dalam membangun kualitas generasi masa depan melalui penguatan gizi ibu dan anak.
PROSES pengelolaan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Sarolangun, Polda Jambi, dipuji oleh Tim Satgas Pangan dan Gizi.
Persoalan mulai dari kebersihan dapur, proses perizinan, pengelolaan limbah dan pembuangan limbah ke sungai.
MBG di seluruh Indonesia dan telah berdampak besar terhadap perekonomian melalui penciptaan 1,5 juta lapangan pekerjaan baru
PEMERINTAH akan meningkatkan alokasi anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga mencapai Rp171 triliun pada kuartal IV 2025.
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengaku telah mengevaluasi dan melakukan pengecekan mengenai penyaluran dana yang telah dilakukan.
Implementasi MBG belum sesuai harapan. Misalnya, program ini seharusnya mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat secara luas.
Pemprov membutuhkan arahan dan perizinan dari BGN terkait pelaksanaan sarapan gratis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved