Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG puncak arus mudik Lebaran 2025, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumatra Barat (Sumbar) melaporkan peningkatan jumlah penumpang sebesar 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan penumpang kereta api ini terdata hingga Sabtu (29/3) pukul 14.00 WIB.
Kepala Humas Divre II Sumbar, M. Reza Fahlepi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyediakan 616 perjalanan kereta api selama masa angkutan Lebaran 2025, meningkat 2% dari periode sebelumnya yang hanya 572 perjalanan. Total kapasitas angkutan mencapai 154.528 tempat duduk untuk periode 21 Maret hingga 11 April 2025.
"KAI mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang menjadikan kereta api sebagai pilihan utama untuk mudik Lebaran. Kami akan terus meningkatkan layanan demi memastikan perjalanan yang selamat, nyaman, dan berkesan bagi setiap pelanggan," ujar Reza.
Reza menjelaskan bahwa hingga Sabtu (29/3) pukul 14.00 WIB, sudah tercatat 48.037 tiket yang dipesan untuk masa angkutan Lebaran 2025. Angka tersebut masih akan terus bertambah karena penjualan tiket masih berlangsung.
Berdasarkan data sementara, puncak pemesanan tiket terjadi pada tanggal 26 Maret 2025 (H-5) dengan jumlah penumpang mencapai 4.864 orang. Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi dalam memilih moda transportasi kereta api untuk perjalanan mudik.
Untuk mempermudah masyarakat dalam merencanakan perjalanan, berikut adalah jadwal keberangkatan selama masa angkutan Lebaran:
Reza menambahkan, KAI Divre II Sumbar terus mempersiapkan berbagai upaya peningkatan layanan agar para pemudik dapat menikmati perjalanan dengan aman dan nyaman.
"Kami memastikan seluruh rangkaian kereta dalam kondisi prima dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna menjaga kelancaran perjalanan selama masa mudik Lebaran," tutupnya.
Dengan adanya peningkatan jumlah penumpang dan persiapan yang matang, KAI Divre II Sumbar optimistis dapat melayani kebutuhan masyarakat dalam mudik Lebaran tahun ini dengan lebih optimal. (H-3)
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
PUNCAK arus mudik natal 2025 dan tahun baru 2026 atau Nataru di Bandara Adisucipto diprediksi terjadi 21 Desember 2025.
Kemenhub memprediksi puncak arus mudik masa libur Nataru 2025/2026 akan terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025
MASIH ada 50% atau 1,1 juta kendaraan pemudik yang belum kembali ke Jakarta dan sekitarnya.
Calon penumpang, khususnya keberangkatan Stasiun Medan diimbau untuk menggunakan layanan Face Recognition Boarding Gate.
Skema rekayasa lalulintas one way lokal Batang-Semarang juga telah dihentikan sehingga secara berangsur-angsur kendaraan dari arah timur (Semarang) ke arah barat (Jakarta).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved