Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Puluhan kabupaten/kota di Jawa Tengah terancam cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi hingga Selasa (18/3) mendatang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang telah memperingatkan masyarakat Jawa Tengah untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem.
Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo, menjelaskan bahwa dinamika atmosfer saat ini menunjukkan kondisi yang berpotensi memicu cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
“Ada beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem, di antaranya adanya sirkulasi siklonik di Samudera Hindia selatan Pulau Jawa yang membentuk daerah pertemuan dan belokan angin di Jawa Tengah. Selain itu, gangguan gelombang Ekuatorial Rossby juga terpantau di sekitar wilayah ini,” ujar Yoga.
Yoga menambahkan, kelembapan udara di berbagai ketinggian cenderung basah, sehingga mendukung pembentukan awan hujan yang menjulang hingga lapisan atas.
“Labilitas lokal yang kuat juga terpantau di Jawa Tengah, yang mendukung proses konvektif pada skala lokal. Kondisi ini berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai kilat, petir, dan angin kencang,” jelasnya.
Berdasarkan analisis BMKG, wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem pada 16 Maret 2025 meliputi Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kabupaten/Kota Magelang, Boyolali, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Temanggung, Kabupaten Semarang, Salatiga, Kendal, Batang, Kabupaten/Kota Pekalongan, Pemalang, Kabupaten/Kota Tegal, Brebes, dan sekitarnya.
Pada 17 Maret 2025, wilayah yang berpotensi terdampak meluas ke Cilacap, Kebumen, Purworejo, Klaten, Sukoharjo, Surakarta, Kudus, dan sekitarnya.
Sementara pada 18 Maret 2025, wilayah yang berpotensi terdampak mencakup Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen, Purworejo, Kabupaten/Kota Magelang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Surakarta, Karanganyar, Sragen, Kudus, Jepara, Demak, Temanggung, Kabupaten/Kota Semarang, Salatiga, Kendal, Batang, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Kabupaten Tegal, Brebes, dan sekitarnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang, dan sambaran petir. “Masyarakat, terutama yang berada di wilayah rawan bencana hidrometeorologi, diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG,” tegas Yoga.
Yoga juga mengingatkan agar masyarakat menghindari aktivitas di bawah pohon besar atau struktur yang rentan roboh saat hujan disertai angin kencang. “Selain itu, pastikan saluran air di sekitar rumah tetap lancar untuk mengurangi risiko banjir,” tambahnya. (H-1)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, aparat antirasuah menyasar Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Sementara itu di Kabupaten Pati ratusan warga di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, kini mulai mengungsi di tiga lokasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved