Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR bandang yang merendam permukiman warga tiga kecamatan di Kabupaten Sarolangun semenjak Kamis pagi hingga Jumat pagi (28/2), mulai surut.
Ratusan warga yang sempat mengungsi, terutama anak-anak dan para lansia (warga lanjut usia) sudah kembali ke rumah masing-masing. Para warga terlihat mulai membuangi lumpur dari dalam rumah-rumah yang terendam banjir.
Termasuk genangan banjir bercampur lumpur yang merendam pekarangan dan ruangan Kantor Polsek Limun, Polres Sarolangun, juga sudah surut. Sejumlah personel pun mulai membersihkan lantai ruangan dari sisa genangan air bercampur lumpur.
“Alhamdulillah, sudah surut. Sebagian anggota, khususnya personel bhabinkamtibmas (BKTM) diperintahkan untuk keliling dan ikut membantu warga di wilayah binaan masing-masing” ujar Kapolres Sarolangun Ajun Komisaris Besar Budi Prasetya yang sepanjang Kamis malam hingga Jumat subuh masih wara-wiri memantau kondisi warga di beberapa lokasi banjir.
Semaentara itu, sejumlah personel BKTM baik yang beragama Islam maupun nonmuslim, di sepanjang pagi hingga siang, ikut bergotong-royong bersama warga di beberapa masjid yang sempat digenangi air bercampur lumpur.
“Kami berterima kasih dan mengapresiasi kerja teman-teman polisi. Walaupun lelah karena kerja lembur mengawasi warga ke lokasi banjir, siang ini masih memberikan tenaganya untuk ikut membantu membersihkan masjid yang dipakai untuk ibadah Salat Jumat siang ini,” ujar seroang warga jemaah Masjid Jami’ di Desa Pulau Pandan, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun.
BANJIR akibat luapan beberapa anak Sungai Batanghari sejak pagi hingga malam melumpuhkan aktivitas warga di belasan desa di tiga wilayah kecamatan di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat semakin parah dan meluas mengakibatkan ribuan rumah terus terandam banjir yang kerap terjadi tiap tahun
Berdasar catatan BPBD Pati, akibat banjir tersebut sebanyak 2.921 rumah warga terdampak dan 432 keluarga (1.060 jiwa) hingga saat ini masih mengungsi.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved