Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA banjir masih merendam sejumlah daerah di Jawa Tengah seperti Pekalongan, Semarang dan Demak. Belasan ribu hektare lahan pertanian terendam banjir dan terancam mengalami gagal panen (puso).
Kepala Pelaksana BPBD Demak Haris Wahyudi Ridwan mengungkapkan banjir masih tetap merendam delapan desa di dua kecamatan di Kabupaten Demak yakni Kecamatan Karangtengah dan Sayung dengan ketinggian 20-100 centimeter. Banjir mengakibatkan kemacetan panjang di jalur Pantura Semarang-Demak setiap hari akibat intensitas hujan tinggi berbarengan dengan rob.
Haris Wahyudi menambahkan banjir juga merendam perkampungan penduduk dan ratusan hektare lahan pertanian, sehingga dikhawatirkan berdampak gagal panen (puso) karena sawah yang rusak serta tanaman padi mati setelah terendam banjir cukup lama.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jawa Tengah Supriyanto mengatakan bencana banjir menjadi ancaman serius gagal panen di sejumlah daerah di Jawa Tengah, meskipun hingga kini belum diketahui secara pasti luas area pertanian yang mengalami puso. Namun berdasarkan pendataan dilakukan, kata dia, jumlah lahan pertanian terdampak banjir mencapai belasan ribu hektare
"Kita masih melanjutkan pendataan untuk mengetahui jumlah lahan pertanian mengalami puso akibat banjir terjadi sejak awal tahun," ujar Supriyanto.
Berdasarkan data yang dihimpun, hingga awal Februari ini, ungkap Supriyanto, jumlah lahan pertanian terdampak banjir di Jawa Tengah yakni tanaman padi seluas 11.291 hektare tersebar di Semarang, Demak, Grobogan, Kendal, Kudus, Sragen, Klaten, Brebes, Pekalongan dan Batang, tanaman jagung 3.762 hektare di Grobogan, Demak, Kendal, Brebes, dan Batang, kedelai 13 hektare di Kendal dan bawang merah 3 hektare di Kendal, Brebes, dan Grobogan.
Meskipun Distanbun tidak mempunyai kewenangan dalam penanganan banjir, lanjut Supriyanto, pihaknya tetap berupaya untuk mengusulkan bantuan bagi petani yang terdampak kepada Kementerian Pertanian seperti penyediaan benih untuk lahan pertanian yang terdampak. "Kita masih mengecek di lapangan untuk memastikan ini," imbuhnya. (N-2)
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved