Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGERJAAN perbaikan tanggul jebol secara darurat di Grobogan dikebut mengingat cuaca ekstrem masih terjadi dan bisa menyebabkan banjir yang merendam sejumlah kawasan di daerah tersebut akan kembali meninggi.
Puncak cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan kilatan petir diperkirakan akan terjadi pada Februari mendatang. Pemerintah daerah dan warga Kabupaten Grobogan masih khawatir mengenai terjadinya banjir susulan, karena hingga kini sejumlah titik tanggul jebol belum ditambal secara sempurna.
Cuaca ekstrem dan derasnya arus Sungai Tuntang mengakibatkan sejumlah titik tanggul Sungai Tuntang yakni di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Desa Papanrejo dan Desa Baturagung di Kecamatan Gubug jebol, sehingga banjir merendam 18.930 rumah. Sebanyak 12 rumah hanyut dan 38 rumah lainnya roboh.
Banjir juga merendam ribuan hektare sawah serta jalan utama penghubung antardesa, kecamatan dan daerah.
"Tanggul jebol hingga tiga kali, sehingga mengakibatkan jalan penghubung terputus karena terendam banjir, bahkan perjalanan kereta api hingga kini masih terganggu," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan Wahyu Tri Darmawanto.
Berdasarkan data yang dihimpun, ungkap Wahyu, banjir di Grobogan merendam 14 kecamatan yakni Toroh, Purwodadi, Grobogan, Karangrayung, Kedungjati, Gubug, Tawangharjo, Penawangan, Godong, Brati, Klambu, Pulokulon, Geyer dan Tanggungharjo ini.
Banjir juga merendam 7.501 hektare area persawahan hingga terancam mengalami puso (gagal panen).
Kementerian PUPR langsung turun tangan menghadapi banjir di Grobogan yang disebabkan jebolnya tanggul Sungai Tuntang tersebut, sehingga untuk melakukan penanganan penambalan secara darurat dipercepat karena dikhawatirkan volume air sungai meningkat sebagai dampak cuaca ekstrem masih berlangsung hingga akan memicu banjir terulang kembali.
Menteri PUPR Dody Hanggodo mengatakan akan melakukan perbaikan tanggul sungai yang jebol di Grobogan secara permanen. Namun, untuk melaksanakan perbaikan tersebut memerlukan proses dan anggaran serta desain tang tepat, sehingga untuk sementara tanggul jebol itu diperbaiki secara darurat agar tetap aman sementara waktu.
"Perbaikan dilakukan secara daruratnya dulu untuk yang sudah jebol, kita tangani secara darurat, supaya tidak jebol lagi dan merugikan masyarakat dan mudah-mudahan segera selesai,” kata Dody Hanggodo di tengah pemantau bencana banjir di Grobogan Selasa (28/1).
Sedangkan untuk memperbaiki tanggul secara permanen, menurut Dody Hanggodo, masih dipelajari lebih mendalam dari kondisi hingga struktur tanah, sehingga setelah dilakukan perbaikan tersebut diperkirakan akan aman hingga 10 tahun ke depan.
"Untuk perbaikan permanen belum dapat dilakukan hari ini, masih perlu proses," pungkasnya. (Z-1)
BPBD Kabupaten Probolinggo mencatat dampak signifikan akibat banjir yang melanda delapan kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini, modifikasi cuaca bukan lagi sekadar opsi tambahan, melainkan prioritas utama.
Seorang warga yang terdampak banjir di Desa Karangligar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.
Fokus pembersihan oleh aktivis 98 di Aceh Utara menyasar pada pekarangan Masjid Assa'adah, Meunasah (balai desa), serta akses lorong desa.
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
AKIBAT diguyur hujan lebat pada Minggu (4/1) malam, banjir dengan ketinggian 10-80 sentimeter merendam sejumlah desa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (5/1).
BANJIR di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang semakin luas dan meninggi merendam 2.263 rumah dan 285 hektare sawah di 28 desa di 14 kecamatan.
Sebanyak 110 keluarga merupakan warga Desa Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu diungsikan.
Hingga Rabu, (21/5) para korban banjir Grobogan telah lima hari menginap di pengungsian. Mereka mengungsi di Gedung Olahraga (GOR) GOR Tanggirejo.
Warga korban banjir mulai terserang sejumlah penyakit seperti demam, diare, gatal-gatal, batuk, pilek dan flu akibat terlalu lama berkubang dengan air.
PENANGANAN bencana banjir di Kabupaten Demak dan Grobogan masih terus dilakukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved