Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
JELANG Tahun Baru Imlek Kota Semarang, Jawa Tengah dibanjiri wisatawan yang datang dari berbagai daerah dan luar negeri, akupansi hotel meningkat dan sejumlah destinasi wisata terutama Kota Lama dan Pecinan Semarang dipenuhi pelancong.
Pemantauan Media Indonesia Minggu (26/1) bersamaan liburan panjang dan jelang Tahun Baru Imlek 2025, puluhan ribu wisatawan membanjiri sejumlah destinasi di Semarang, akibatnya seluruh ruas jalan penghubung antar daerah terlihat padat. Meskipun tidak sampai terjadi kemacetan lalulintas terutama menuju ke sejumlah obyek wisata.
Di ruas Semarang-Solo/Yogyakarta kepadatan arus lalulintas terlihat di sepanjang jalur Ungaran-Bawen dan Ambarawa & Bandungan, sejak pagi hingga sore kendaraan terus mengalir ke sejumlah destinasi wisata. Seperti Taman Bunga Bandungan, Tahu Serasi dan Candi Gedongsongo, demikian juga di destinasi Kota Lama Semarang terlihat padat oleh pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
Memasuki sore meskipun diguyur hujan, ribuan wisatawan tidak surut terus berdatangan di Kawasan Pecinan Kota Semarang dan Klenteng Sam Poo Kong. "Hotel sudah terisi 80 persen, bahkan ada yang penuh dari Sabtu (25/1) kemarin," kata Indrawati,30, seorang pengelola salah satu hotel di Bandungan, Kabupaten Semarang.
Hal serupa diungkapkan Bara,21, seorang karyawan hotel di Kota Semarang bahwa jumlah tamu hotel melonjak hingga mencapai 80 persen, bagian pesanan kamar sudah jauh-jauh hari mulai Minggu (26/1) hingga Kamis (30/1) mendatang. "Kami cukup kewalahan karena hunian hotel yang memiliki ratusan kamar penuh," imbuhnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Wing Wiyarso membenarkan lonjakan jumlah wisatawan berkunjung di Kota Semarang, meskipun tidak menargetkan jumlah kunjungan saat liburan Tahun Baru Imlek ini, namun peningkatan jumlah pelancong akan semakin menghidupkan perekonomian warga di daerah ini.
"Semoga tingginya intensitas hujan tidak mengakibatkan bencana, meskipun ada kepercayaan warga Tionghoa bahwa turunnya hujan saat Tahun Baru Imlek akan membawa rejeki," kata Wing Wiyarso.
Peningkatan wisatawan berkunjung di Kota Semarang, ungkap Wing Wiyarso, juga disampaikan para pemilik dan pengelola hotel, bahkan ada sejumlah hotel yang terpaksa menolak tamu karena kabar telah PO enuh terisi. "Liburan panjang jelang Imlek ini merupakan momentum bagi Kota Semarang untuk meningkatkan jumlah pelancong berkunjung," imbuhnya.
Sementara itu Ketua Yayasan Kelenteng Sam Poo Kong Semarang Mulyadi mengatakan bersamaan perayaan Tahun Baru Imlek ini, digelar Pergelaran "Imlek Vaganza 5.0" di Kelenteng Sam Poo Kong Semarang dan ditargetkan sebanyak 20 ribu wisatawan akan berkunjung untuk menyaksikan berbagai kegiatan dan atraksi budaya di klenteng terbesar di Jawa Tengah ini.
Kegiatan rutin tahunan Imlek Vaganza, menurut Mulyadi berlangsung sejak Sabtu (25/1) hingga Kamis (30/1) dengan menampilkan berbagai atraksi dan kesenian budaya diperkirakan akan menarik banyak pengunjung. "Banyak agenda menarik seperti berbagai kesenian ditampilkan, bahkan juga mengundang group band terkenal untuk menghibur para tamu yang datang," imbuhnya. (S-1)
Pemkot Semarang menetapkan ketahanan pangan dan kualitas lingkungan sebagai pilar utama RPJMD 2025–2029.
Tito juga menyebut MPP Kota Semarang sebagai salah satu yang terbaik di Jawa Tengah.
Grand Candi Hotel, hotel bintang lima yang berlokasi di kawasan Sisingamangaraja, telah lama menjadi ikon art & gallery hotel di Kota Semarang.
Fokus utama penanganan banjir ini dengan mendirikan dapur umum dan posko kesehatan untuk memastikan warga tidak kelaparan dan faskes bisa diakses
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan pembatalan 16 perjalanan kereta api (KA) yang melintasi Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (29/10).
Masyarakat Mijen menampilkan 14 gunungan unik, seluruhnya disiapkan secara swadaya tanpa dana APBD.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved