Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
MAL Pelayanan Publik (MPP) Kota Semarang menjadi sorotan positif dua menteri yang berkunjung pada Kamis (6/11). Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meninjau langsung pelayanan publik di MPP dan mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Semarang.
Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, serta Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Semarang.
Dalam peninjauannya, kedua menteri berkeliling melihat proses pelayanan dan berdialog dengan masyarakat yang sedang mengurus dokumen. Warga mengaku pelayanan di MPP cepat, ramah, dan bebas pungutan liar (pungli).
"Bagus sekali ya, karena ini menunjukkan di sini tidak ada pungli, cepat, ramah. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih cepat lagi. Surabaya bisa 15 menit, mudah-mudahan Semarang bisa lebih cepat dari Surabaya,"
ujar Maruarar Sirait usai meninjau lokasi.
Ia juga mengapresiasi kebijakan Pemkot Semarang yang memberikan layanan BPHTB dan PBG gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan kebijakan pro-rakyat dan nyata manfaatnya.
"Saya senang karena di sini BPHTB dan PBG buat rakyat sudah gratis, dan prosesnya cepat, satu hari. Tapi kalau bisa dipercepat lagi supaya rakyat tidak perlu bolak-balik, biar happy," tambahnya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyoroti suasana pelayanan di MPP yang dinilai sudah baik dan nyaman. Ia berpesan agar suasana pelayanan publik dibuat lebih nyaman sehingga masyarakat merasa tenang saat datang.
"Tolong dibuat suasananya lebih nyaman, rapi. Orang datang harus merasa disambut, bukan seperti masuk kandang macan. Pelayanannya sudah baik, tapi tetap bisa ditingkatkan,” ujarnya.
Tito juga menyebut MPP Kota Semarang sebagai salah satu yang terbaik di Jawa Tengah. Ia mendukung rencana Pemkot Semarang memindahkan MPP ke Gedung Juang yang dianggap lebih strategis dan representatif.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyampaikan terima kasih atas apresiasi dua menteri tersebut.
"Alhamdulillah, kami senang sekali mendapat apresiasi. Warga juga menyampaikan pelayanan di MPP cepat, tidak ada pungli, dan petugasnya ramah," ujar Agustina.
Ia menambahkan, Pemkot Semarang berencana memindahkan MPP ke Gedung Juang pada tahun depan.
"Di sana suasananya akan dibuat lebih nyaman, lebih hommy, seperti di bank supaya warga merasa betul-betul dilayani," tambahnya.
Agustina memastikan bahwa Dinas Tata Ruang (Distaru) akan menyiapkan desain tata ruang agar suasana pelayanan semakin bersih, terang, dan ramah bagi pengunjung. (HT/E-1)
Langkah ini menegaskan kepercayaan brand global terhadap potensi kota non-Jakarta sebagai motor baru industri hiburan dan gaya hidup di Indonesia.
Tren hunian ramah lingkungan di Kota Semarang, Jawa Tengah, terus menunjukkan penguatan, khususnya di kalangan masyarakat kelas menengah atas.
PEMERINTAH Kota Semarang terus mendorong pengukuhan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional.
Pemkot Semarang menetapkan ketahanan pangan dan kualitas lingkungan sebagai pilar utama RPJMD 2025–2029.
Grand Candi Hotel, hotel bintang lima yang berlokasi di kawasan Sisingamangaraja, telah lama menjadi ikon art & gallery hotel di Kota Semarang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved