Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
DAMPAK semakin masifnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak di Jawa Tengah yang kian meningkat, secara resmi mulai hari ini Kamis (9/1) Pemerintah Kabupaten Blora menutup Pasar Hewan Pon hingga waktu belum ditentukan, sementara daerah lain masih menimbang dan melihat perkembangan.
Pemantauan Media Indonesia, Kamis (9/1) setelah terjadi peningkatan jumlah hewan ternak terpapar PMK di Jawa Tengah, sejumlah pemerintah daerah mengambil langkah strategis untuk mencegah terjadinya lonjakan ternak terpapar PMK tersebut, salah satunya dilakukan Pemkab Blora yang mengambil langkah menutupan Pasar Hewan Pon dari kegiatan perdagangan hewan per hari ini.
"Mulai hari ini juga tutup sementara pasar hewan terbesar di Blora ini, karena harus PMK terus meningkat dan Blora berada di perbatasan dengan daerah di Jawa Timur dan sejumlah daerah lainnya yang cukup rawan penularan penyakit tersebut," kata Kepala Bidang (Kabid) Pasar, Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora Margo Yuwono.
Sementara itu berdasarkan data dari Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora kasus PMK di daerah ini telah menyerang 360 ekor sapi dan 25 ekor sapi di antaranya mati, bahkan dikhawatirkan jumlah tersebut akan meningkat mengingat Blora merupakan salah satu sentra sapi di Jawa Tengah.
Bupati Semarang Ngesti Nugraha sesuai penetapan bupati terpilih pada Pilkada Kabupaten Semarang 2024 mengatakan hingga saat ini masih dilakukan kajian penutupan Pasar Hewan Bawen, meskipun saat ini dikakukan pengawasan ketat perdagangan hewan di pasar hewan terbesar di daerah ini. "Kita kaji dan lihat perkembangan, jika kasus PMK tidak terkendali maha kita tutup," imbuhnya.
Sementara itu dalam perkembangan kasus PMK di Jawa Tengah semakin meningkat dibandingkan sebelumnya, menurut Plt Kepala Disnak Keswan Provinsi Jateng Hariyanta Nugraha jika beberapa hari sebelumnya kasus PMK di provinsi ini masih berkisar 2,026 kasus, tetapi per hari ini telah mencapai 2.666 hewan ternak di Jawa Tengah terindikasi PMK.
"Perkembangan kasus PMK sangat cepat, pada 6 Januari lalu masih 2.026 ekor terpapar, pada 7 Januari meningkat menjadi 2.387 ekor dan 9 Januari ini telah mencapai 2.666 ekor," kata Hariyanta Nugraha.
Meskipun jiga dihitung dengan populasi ternak sapi di Jawa Tengah mencapai 5,5 juta ekor, lanjut Hariyanta Nugraha, namun peningkatan kasus PMK tang cukup cepat ini menjadikan kekhawatiran, sehingga berbagai langkah ditempuh untuk mencegah semakin melonjaknya kasus seperti pengawasan lalu lintas hewan, pembersihan dan penyemprotan disinfektan kandang, penanganan cepat dan vaksinasi. (S-1)
Kementerian ESDM menegaskan insiden meledaknya sumur minyak rakyat di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terjadi akibat praktik pengeboran ilegal.
Menurut rencana akan diusulkan ke Gubernur kemudian dilanjutkan ke Menteri agar dapat dikelola melalui wadah seperti koperasi, BUMD, atau UMKM.
Sebagian pengungsi nekat pulang ke rumah masing-masing, karena tidak tahan berlama-lama di pengungsian dan situasi relatif kondusif.
Selain itu, Wakapolda juga menegaskan bahwa Polda Jawa Tengah akan terus mengikuti perkembangan mitigasi bencana tersebut.
Bupati Blora Arief Rohman mengaku menyesalkan banyak sumur-sumur minyak di daerah ini yang tidak dilengkapi perijinan dan keamanan memadai hingga terjadi kebakaran.
TIGA orang tewas dan dua luka-luka dalam kebakaran sumur minyak di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, terbakar pada Minggu, 17 Agustus 2025, pukul 11.30 WIB.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved