Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Irawati menyatakan secara umum, stok bahan pokok di Kotim aman hingga Maret tahun depan. Namun demikian, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, seperti sayuran, ayam, dan daging. Kenaikan harga itu disebabkan oleh naiknya biaya angkut akibat sulitnya kapal bersandar di pelabuhan Kotim.
Hal itu diungkapkannya setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik di Sampit, Selasa (24/12), untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sidak dilakukan di gudang Bulog, distributor swasta, dan pasar tradisional.
"Meski ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, stok beras dan bahan pokok utama lainnya tetap stabil. Beras Insya Allah stabil, begitu juga dengan bawang dan bahan pokok lainnya. Kendala yang memengaruhi hanya pada komoditas sayuran karena faktor biaya angkut. Sebagian pengiriman barang harus melalui Kobar (Kotawaringin Barat) dan Banjarmasin, tapi pasokan kini sudah masuk ke Kotim," ujarnya, Kamis (26/12).
Pemerintah Kotim, sambungnya, gencar menggelar sidak untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Hal itu sejalan dengan upaya Kementerian Perdagangan yang juga terus berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru.
Pemerintah Kotim juga terus memantau situasi untuk memastikan kenaikan harga agar tidak memberatkan masyarakat, khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
"Kami terus berkoordinasi dengan para distributor untuk menjaga kestabilan harga dan memastikan pasokan lancar. Kami berharap masyarakat Kotim dapat merayakan Nataru dengan tenang, tanpa terbebani dengan kenaikan harga bahan pangan," tuturnya.
Langkah Pemerintah Kotim ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Pemantauan dan koordinasi yang dilakukan secara berkala akan membantu memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan harga yang wajar. (SS/E-2)
Harga daging sapi impor beku tercatat naik hingga Rp115.000 per kilogram. Selain itu, harga cabai rawit merah mencapai Rp80.000 per kilogram.
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
Inflasi NTT tahun 2025 yang tercatat sebesar 2,39 persen (yoy) mencerminkan stabilitas harga yang terjaga.
Suplai daging sapi di dalam negeri saat ini masih didominasi dari sapi lokal. Sapi lokal disebut memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia antara 40% hingga 70%.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pasar Kanggraksan, Kota Cirebon, harga cabai rawit merah kini sudah mencapai Rp100 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram.
Harga cabai rawit naik hampir 100 persen dari sebelumnya Rp57 ribu per kilogram (kg) naik menjadi Rp85 ribu per kg.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Zulhas menyebutkan bahwa saat ini Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk daging ayam ras berada di angka Rp40.000, sedangkan untuk telur ayam berada di angka Rp30.000.
“Pemenuhan untuk bulan Ramadan besok, ini kan berarti hal pertama yang harus dilakukan yakni antisipasi tentang proses produksi dalam soal musibah banjir,”
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Surabaya Vykka Anggradevi Kusuma memastikan, selain ketersediaan stok cukup, harga juga stabil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved