Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Irawati menyatakan secara umum, stok bahan pokok di Kotim aman hingga Maret tahun depan. Namun demikian, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, seperti sayuran, ayam, dan daging. Kenaikan harga itu disebabkan oleh naiknya biaya angkut akibat sulitnya kapal bersandar di pelabuhan Kotim.
Hal itu diungkapkannya setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik di Sampit, Selasa (24/12), untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sidak dilakukan di gudang Bulog, distributor swasta, dan pasar tradisional.
"Meski ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, stok beras dan bahan pokok utama lainnya tetap stabil. Beras Insya Allah stabil, begitu juga dengan bawang dan bahan pokok lainnya. Kendala yang memengaruhi hanya pada komoditas sayuran karena faktor biaya angkut. Sebagian pengiriman barang harus melalui Kobar (Kotawaringin Barat) dan Banjarmasin, tapi pasokan kini sudah masuk ke Kotim," ujarnya, Kamis (26/12).
Pemerintah Kotim, sambungnya, gencar menggelar sidak untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Hal itu sejalan dengan upaya Kementerian Perdagangan yang juga terus berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru.
Pemerintah Kotim juga terus memantau situasi untuk memastikan kenaikan harga agar tidak memberatkan masyarakat, khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
"Kami terus berkoordinasi dengan para distributor untuk menjaga kestabilan harga dan memastikan pasokan lancar. Kami berharap masyarakat Kotim dapat merayakan Nataru dengan tenang, tanpa terbebani dengan kenaikan harga bahan pangan," tuturnya.
Langkah Pemerintah Kotim ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Pemantauan dan koordinasi yang dilakukan secara berkala akan membantu memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan harga yang wajar. (SS/E-2)
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
Harga bahan kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kembali normal sementara, pasokan maupun stok aman dan lancar menjelang Ramadan.
Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Gedhe Klaten, Jawa Tengah, terpantau mulai stabil dan cenderung menurun, paling signifikan terjadi pada komoditas cabai dan telur ayam.
Kebutuhan cabai besar di Kepri mencapai 12.074 ton per tahun. Namun, produksi lokal saat ini baru berada di angka 4.508 ton.
Telur ayam dijual Rp22 ribu per kg, sementara harga di pasaran Rp28 ribu per kg. Gula pasir dijual Rp14.500 per kg, lebih murah dibanding harga pasar Rp17 ribu per kg.
Harga telur ayam semula Rp 31.500 menjadi Rp29 ribu, normalnya Rp 26 ribu perkg, bawang merah Rp 43 ribu, bawang putih Rp40 ribu, cabai rawit merah Rp 54 ribu, cabai keriting Rp 62 ribu.
Zulhas menyebutkan bahwa saat ini Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk daging ayam ras berada di angka Rp40.000, sedangkan untuk telur ayam berada di angka Rp30.000.
“Pemenuhan untuk bulan Ramadan besok, ini kan berarti hal pertama yang harus dilakukan yakni antisipasi tentang proses produksi dalam soal musibah banjir,”
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Surabaya Vykka Anggradevi Kusuma memastikan, selain ketersediaan stok cukup, harga juga stabil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved