Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Pesisir Selatan sejak dini hari Senin (2/12) memicu banjir besar dan kerusakan infrastruktur di beberapa kecamatan. Salah satu dampak signifikan adalah putusnya akses jalan di Nagari Koto Nan Tigo, Kecamatan Sutera, yang membuat aktivitas warga terhambat.
Menurut laporan dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Pesisir Selatan, kejadian ini berlangsung sekitar pukul 04.00 WIB. Laporan diterima dari wali setempat pada pukul 06.30 WIB.
Banjir tercatat melanda lima kecamatan, yaitu Nagari IV Koto Ilir, Kecamatan Batang Kapas; Lakitan Tengah, Kecamatan Lengayang;
Nagari Koto Nan Tigo Utara Kecamatan Batang Kapas; Kecamatan IV Jurai dan Kecamatan XI Koto.
Juru Bicara BPBD Provinsi Sumbar, Ilham Wahab mengatakan, banjir ini menyebabkan puluhan rumah terendam air, sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
"Di Nagari Koto Nan Tigo, jalan utama terputus akibat tanah longsor, sementara genangan air juga menghambat kendaraan melintas," ujarnya.
Dia menambahkan, meski air mulai surut di beberapa wilayah, kondisi pagi ini masih dihantui cuaca mendung dengan hujan ringan di beberapa titik.
"Warga yang sudah kembali ke rumah masing-masing terlihat membersihkan lumpur akibat banjir," katanya.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pesisir Selatan bersama unsur Forkopimca dan perangkat kenagarian langsung turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan, penanganan darurat, dan asesmen dampak bencana.
BPBD Pesisir Selatan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca masih belum stabil. Pemerintah daerah juga memastikan upaya penanganan dan bantuan terus berjalan untuk memulihkan situasi. (H-2)
Pusat Pengendalian Operasi-PB BPBD Kabupaten Pesisir Selatan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved