Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi terjadi di 22 daerah di Jawa Tengah Rabu (27/11), BMKG meminta warga untuk waspada bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin ribut.
Cuaca di Jawa Tengah pada pagi hingga jelang siang Rabu (27/11) cerah berawan dan berawan, namun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan pada siang, sore hingga awal malam cuaca akan berubah yakni turunnya hujan ringan-sedang di seluruh daerah dengan waktu yang bervariasi.
Potensi cuaca ekstrem masih terjadi di puluhan daerah di Jawa Tengah, sehingga BMKG kembali mengeluarkan peringatan dini ancaman bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah tersebut. "Waspadai bencana hidrometeorologi, karena cuaca ekstrem masih berpotensi di 22 daerah," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Risca Maulida.
Berdasarkan pengamatan satelit cuaca Rabu (27/11) pukul 06.00 WIB, ungkap Risca Maulida, potensi cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir tersebut terjadi di puluhan daerah kawasan pegunungan, dataran tinggi dan Jawa Tengah bagian timu dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
Daerah berpotensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah menurut Risca Maulida, yakni Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Purwodadi, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Temanggung, Slawi, Brebes, Magelang, Pekalongan, Bumiayu dan Majenang.
Sedangkan daerah berpotensi diguyur hujan ringan-sedang, demikian Risca Maulida, meliputi Cilacap, Kebumen, Purworejo, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Ungaran, Kendal, Batang, Kajen, Surakarta, Salatiga, Semarang, Tegal dan Ambarawa.
"Angin bertiup dari barat laut ke timur dan sebagian lainnya dari timur laut ke selatan dengan kecepatan 3-25 kilometer per jam, suhu udara berkisar 19-33 derajat celcius dan kelembaban 55-19 persen, ketinggian gelombang di perairan utara 0,1-0,75 meter serta di perairan selatan 1,25-2,5 meter," kata Risca Maulida.
Sementara itu BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang mengungkapkan memasuki Rabu (27/11) air laut pasang (rob) di Pantura Jawa Tengah menunjukkan penurunan dengan ketinggian maksimal 0,9 meter, meskipun dari segi cuaca di perairan pada umumnya bakal diguyur hujan ringan.
Meskipun masih ada sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah masih terendam banjir rob, namun menurut Prakirawan BMKG Lessy Andari itu merupakan sisa dari rob sebelumnya. "Tetapi diminta warga tetap waspada," imbuhnya. (H-2)
Selain akibat naiknya permukaan air laut, banjir rob di di wilayah tersebut juga terjadi akibat curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem.
Bahaya yang mengintai tidak hanya air laut, tapi juga dampak ikutan seperti angin puting beliung.
Di perairan utara Jawa Tengah masih berlangsung banjir rob, sementara itu gelombang tinggi 1,25-2,5 meter juga terjadi di perairan Karimunjawa akibat cuaca ekstrem.
Kepala BRIN Arif Satria menyatakan kesiapan riset dan inovasi Giant Sea Wall untuk mengatasi banjir rob dan penurunan tanah di Pantura Jawa.
Pada Minggu (4/1), kapal Dumai Line yang sedang melayani rute Dumai-Batam diterjang ombak tinggi dan angin kencang, menciptakan suasana mencekam di antara penumpang.
Peringatan tersebut disampaikan oleh Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Anisa S, berdasarkan hasil analisis data pasang surut air laut.
Air laut pasang (rob) kembali datang pada malam hari sekitar pukul 21.00-24.00 WIB dengan ketinggian maksimum 1 meter di perairan utara Jawa Tengah.
Air laut pasang (rob) tersebut berdampak terhadap sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah seperti Pekalongan, Kendal, Semarang, Demak, Jepara dan Pati.
Masuknya genangan rob tak hanya ke permukiman warga di pesisir pantai, tapi sudah meluap sampai ke jalan raya
cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi terjadi sehingga warga diminta waspada bencana banjir, longsor, dan lainnya
Air laut pasang (rob) dengan ketinggian 1,1 meter masih berlangsung di perairan utara, berdampak menimbulkan banjir rob di sejumlah daerah.
BMKG mempredikasi air laut pasang (rob) berpotensi masih akan berlangsung hingga Rabu (8/1) besok, bahkan rob juga akan kembali berlangsung pada 12-21 Januari mendatang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved