Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN sudah tidak lagi turun di Jawa Tengah, namun fenomena suhu dingin ekstrem masih terjadi di empat daerah di kawasan pegunungan tengah. Bahkan di dataran tinggi Dieng suhu mencapai di bawah 0 derajat celcius.
Kondisi berbeda terjadi di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah. Di Tegal, Pekalongan, Semarang, dan Demak kembali menghadapi banjir air laut pasang (rob) sebagai dampak fase bulan purnama. Warga di daerah tersebut diminta waspada.
"Rob mulai merendam daerah di Pantura Jawa Tengah diperkirakan hingga akhir Juli mendatang terutama pada sore hingga malam hari," kata Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Sediyanto.
Baca juga : Awas! Banjir Rob bakal Rendam Pantura Jawa Tengah Akhir Bulan Ini
Masalah banjir rob ini juga diungkapkan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka saat blusukan di Semarang, Sabtu (20/7). Setelah mengunjungi perkampungan nelayan tersebut banyak menerima masukan tentang rob tersebut.
"Masalah masih rob, maka harus segera diatasi, kita akan segera koordinasikan," ujarnya.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Noor Jannah Indriyani mengatakan berdasarkan pengamatan cuaca Senin (22/7) pukul 05.30 WIB pada pagi hingga awal malam, suhu udara di Jawa Tengah berkisar 20-34 derajat celcius. Pada malam hari turun berkisar 16-29 derajat celsius.
Baca juga : Banjir Rob Bayangi Pantura Jawa Tengah Hingga Akhir Januari 2024
Di empat daerah di pegunungan tengah seperti Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo dan Temanggung, lanjut Noor Jannah Indriyani, suhu udara turun lebih drastis hingga terasa lebih dingin, bahkan di dataran tinggi Dieng dapat mencapai di bawah 0 derajat celsius.
"Kondisi ini karena sudah musim kemarau yang diperkirakan hingga September mendatang," imbuhnya.
Angin secara berhembus dari timur ke selatan dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam, ungkap Noor Jannah Indriyani, namun untuk sejumlah daerah yakni Purwodadi, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang dan Semarang angin bertiup dari arah timur laut ke tenggara dengan kecepatan 5-25 kilometer per jam.
Baca juga : Akibat Banjir Rob, Warga Pantura Jateng Gunakan Perahu
"Cuaca pada umumnya cerah berawan sepanjang hari, sudah tidak ada hujan di seluruh daerah di Jawa Tengah, sehingga diminta warga dan pemerintah daerah waspada bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," ujar Noor Jannah Indriyani.
Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Muhamad Chomsul mengungkapkan merata di 35 daerah di Jawa Tengah rawan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), berdasarkan pemetaan dilakukan selama musim kemarau 2024 potensi karhutla mencapai 963.331 hektare.
Dari 35 daerah di Jawa Tengah, menurut Muhammad Chomsul, enam kabupaten masuk kategori resiko tinggi karhutla dengan cakupan lahan yang luas, yakni Cilacap, Karanganyar, Rembang, Jepara, Pemalang dan Tegal, juga Wonosobo termasuk karena mempunyai lahan hutan cukup luas.
"Kita terus lakukan pemantauan dan pemerintah daerah tingkatkan pengawasan," tambahnya. (Z-3)
Selain akibat naiknya permukaan air laut, banjir rob di di wilayah tersebut juga terjadi akibat curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem.
Bahaya yang mengintai tidak hanya air laut, tapi juga dampak ikutan seperti angin puting beliung.
Di perairan utara Jawa Tengah masih berlangsung banjir rob, sementara itu gelombang tinggi 1,25-2,5 meter juga terjadi di perairan Karimunjawa akibat cuaca ekstrem.
Kepala BRIN Arif Satria menyatakan kesiapan riset dan inovasi Giant Sea Wall untuk mengatasi banjir rob dan penurunan tanah di Pantura Jawa.
Pada Minggu (4/1), kapal Dumai Line yang sedang melayani rute Dumai-Batam diterjang ombak tinggi dan angin kencang, menciptakan suasana mencekam di antara penumpang.
Peringatan tersebut disampaikan oleh Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Anisa S, berdasarkan hasil analisis data pasang surut air laut.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter masih berpotensi di sejumlah kawasan perairan utara Jawa Tengah yakni Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak dan Pati-Rembang.
Sabtu (27/12) ribuan perahu dan kapal nelayan, sejak dini hari tidak bergerak dan ditambatkan di sejumlah pelabuhan perikanan di daerah di Pantura Jawa Tengah.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir berpotensi terjadi di 25 daerah.
Perjalanan sejak pagi relatif lancar, namun kendala muncul saat memasuki wilayah Pekalongan akibat hujan lebat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved