Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang serta petir telah menumbangkan sedikitnya 9 pohon di titik lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Badung, Bali, Minggu (24/11). Tak ada korban jiwa namun menelan korban material serta sempat menyebabkan arus lalulintas di sejumlah titik.
Seperti pohon jenis albesia yang tumbang di jalan utama Denpasar – Singaraja tepatnya di Jalan Raya Sembung, Kecamatan Mengwi sempat membuat arus lalulintas terganggu. Peristiwa ini pun mendapat atensi petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Tabanan, BPBD Kota Denpasar, BPBD Badung serta petugas dari Desa Sembung.
“Pohon tumbang di jalan utama Kota Denpasar-Singaraja tadi sudah dikerjakan bersama BPBD Tabanan, BPBD Kota Denpasar serta PKD Desa Sembung, dan arus lalulintas sudah normal kembali. Jenis pohon yang tumbang yakni albesia dengan diameter 60 cm,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Badung I Ketut Murdika saat dikonfirmasi Minggu (24/11).
Selain itu, BPBD Badung mencatat sedikitnya 8 pohon tumbang lainnya telah menyebabkan kerugian material akibat rusaknya sejumlah bangunan rumah, warung, bangunan tempat suci (pura) hingga mobil yang terimpa pohon tumbang.
Murdika menyebutkan, pohon tumbang menimpa warung di Banjar Pande Abiansemal, bangunan suci (pelinggih) roboh di Pura Dalem Madia Banjar Dualang Kecamatan Abiansemal, atap rumah tertimpa ukiran ggayor kayu yang terlepas dari bangunan lantai dua, serta ada juga pohon tumbang menimpa satu unit mobil di area parker Hotel Five Element di Banjar Batu Rening, Kecamatan Abiansemal. Kerugian material masih dihitung.
Dari pantauan di wilayah Kecamatan Kuta Utara Badung, hujan lebat yang terjadi mulai sekitar pukul 11.30 Wita disertai angin kencang dan petir hingga sekitar pukul 15.00 Wita mulai reda, namun cuaca masih mendung. (H-2)
Menurut BPBD, korban meninggal dunia merupakan warga Pacitan yang tertimpa reruntuhan dinding saat gempa terjadi.
Ada dua fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan, yaitu Sekolah Dasar (SD) Jetis dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Jetis, dengan kerusakan cukup berat.
Analisa cuaca harian menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan strategis.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat.
BPBD Kudus mengatakan longsor terjadi di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog tersebut karena intensitas hujan yang sangat lebat.
Cuaca ekstrem tersebut memicu setidaknya 14 kejadian bencana tersebar di 15 kecamatan, mulai dari pohon tumbang, kerusakan rumah warga, hingga gangguan fasilitas umum.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved