Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Lingkungan Hidup Pemkab Lamongan bakal melakukan studi geolistrik atas temuan struktur geologi yang diduga gua di kawasan Kecamatan Sugio, Selasa (8/10). Pihak pemkab bakal berkolaborasi bersama Badan Geologi, pemprov, dan pihak terkait.
Temuan ini didapat ketika warga di Dusun Sidowayah, Desa Lawangan Agung, melakukan penggalian sumur beberapa hari lalu.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan Andhy Kurniawan mengatakan dari peninjauan awal belum bisa membenarkan struktur geologi tersebut adalah gua. Karena memang belum melibatkan SDM untuk meneliti secara pasti.
Baca juga : Lamongan Kembangkan Potensi Desa Wisata di Kawasan Pesisir
"Kita belum bisa membenarkan bahwa itu adalah gua, karena memang saat ini belum dilakukan studi penelitian secara mendalam," kata Andhy, Selasa (8/10).
Namun dari indikasi yang terlihat pada Senin (7/10), memiliki kemungkinan struktur geologi tersebut adalah gua jenis karst atau kapur. Dugaan tersebut, lanjut dia, didukung oleh adanya struktur batuan yang berasal dari batu karst atau kapur atau gamping. Kedua ialah banyaknya aktivitas (bau dan sisa-sisa kegiatan kelelawar) kelelawar di sekitarnya. Lalu yang ketiga ialah jika diamati dari foto warga setempat, struktur geologi di sana memiliki stalaktit dan stalagmit.
"Berdasarkan studi secara makro ada indikasi yang memperkuat dugaan struktur geologi yang ditemukan adalah gua dengan jenis karst. Namun lebih jelasnya nanti setelah diadakan studi penelitian. Gua karst memiliki kapasitas yang berbeda-beda, ada yang kecil dan besar," ungkap Andhy.
Baca juga : 13 UMKM Lamongan Tampil di Jatim Fest 2024
Untuk memastikan kebenaran pun perlu dilakukan studi geolistrik. Hal ini memerlukan kolaborasi bersama Badan Geologi, Pemerintah Provinsi, dan lainnya. Karena di Kabupaten Lamongan tidak ada OPD yang menangani temuan ini.
"Dari kacamata lingkungan hidup, jika memang ke depan temuan tersebut adalah gua jenis karst, Pemkab Lamongan harus melakukan upaya perlindungan kawasan. Adanya gua karst berfungsi melindungi cadangan air tanah (CAT) di bawahnya," tutur Andhy.
Andhy menambahkan terowongan sejenis (jarak berdekatan kurang lebih 100 m) rupanya sudah pernah ditemukan pada 20 hingga 30 tahun lalu. Temuan terdahulu sudah memiliki undakan tangga untuk mencapai terowongan itu.(M-3)
KEBERHASILAN swasembada pangan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, merupakan kerja seluruh petani Lamongan.
Sedikitnya 1.206 rumah tergenang dan 2.632 hektar sawah tambak di Lamongan terendam banjir luapan Bengawan Jero, Selasa (6/1).
Menteri Yandri memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam pemberdayaan desa.
Genangan banjir yang terjadi di ruas jalur Nasional itu dipicu akibat luapan Kali Plalangan, anak sungai Bengawan Solo yang mengalami peningkatan sejak Minggu (21/12) malam.
Penerapan subsidi pupuk bagi petambak ini dijadwalkan akan berlaku serentak di seluruh Indonesia mulai Januari 2026.
Ratusan personel gabungan yang disiagakan diminta memperketat kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan,
Swasembada pangan merupakan kemampuan dalam produksi dan pengelolaan pangan secara mandiri. Kemampuan ini dapat didukung oleh pemanfaatan metode geolistrik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved